05.10.2006
Muhammad YA Rasullilah
Ya Nabi Salam ‘Alaih
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam."Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,"Maafkanlah, ayahku sedang demam",kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"
" Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah - olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak di kenang.
"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit
dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?", tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
"Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?", tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: "Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah beradadidalamnya,"kataJibril.Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul mautini. "Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?"
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku"
"peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."
Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii,ummatii,ummatiii?" "Umatku, umatku, umatku"
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
Kini,mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarikwa salim'alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Salawat dan Salam tercurah padamu Ya Nabi, Ya Habibi, Ya rasullullah. Allahuma Sholli Wa Salim Waabarik ‘Alaih, Allahuma Sholli Ala Muhammad wa Ala aali Muhammad, kama Sholaitaala Ibrohim Wa Ala aali Ibrohim Fil Alaminaa Inaka Hamidun Majid.
15:55 | Permalink | Comments (0) | Email this
03.10.2006
Pendidikan anak menurut Islam
PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM
Dan orang-orang yang berkata : "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami dari isteri-isteri kami dan keturunan kami kesenangan hati, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa."
( QS. Al-Furqan : 74 )
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."
(QS. At Tahrim: 6 ).
"Apabila manusia mati maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, atau anak shaleh yang mendo'akannya."
(HR. Muslim, dari Abu Hurairah)
PENDAHULUAN
Segala puji milik Allah Tuhan semesta alam.
Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasul termulia, kepada keluarga dan para sahabatnya.
Seringkali orang mengatakan: "Negara ini adikuasa, bangsa itu mulia dan kuat, tak ada seorangpun yang berpikir mengintervensi negara tersebut atau menganeksasinya karena kedigdayaan dan keperkasaannya" .
Dan elemen kekuatan adalah kekuatan ekonomi, militer, teknologi dan kebudayaan. Namun, yang terpenting dari ini semua adalah kekuatan manusia, karena manusia adalah sendi yang menjadipusat segala elemen kekuatan lainnya. Tak mungkin senjata dapat dimanfaatkan, meskipun canggih, bila tidak ada orang yang ahli dan pandai menggunakannya. Kekayaan, meskipun melimpah, akan menjadi mubadzir tanpa ada orang yang mengatur dan mendaya-gunakannya untuk tujuan-tujuan yang bermanfaat.
Dari titik tolak ini, kita dapati segala bangsa menaruh perhatian terhadap pembentukan individu, pengembangan sumber daya manusia dan pembinaan warga secara khusus agar mereka menjadi orang yang berkarya untuk bangsa dan berkhidmat kepada tanah air.
Sepatutnya umat Islam memperhatikan pendidikan anak dan pembinaan individu untuk mencapai predikat "umat terbaik", sebagaimana dinyatakan Allah 'Azza Wa lalla dalam firman-Nya:
"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dariyang munkar... ". (Surah Ali Imran : 110).
Dan agar mereka membebaskan diri dari jurang dalam yang mengurung diri mereka, sehingga keadaan mereka dengan umat lainnya seperti yang beritakan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam :
"Hampir saja umat-umat itu mengerumuni kalian bagaikan orang-orang yang sedang makan berkerumun disekitar nampan.". Ada seorang yang bertanya: "Apakah karena kita berjumlah sedikit pada masa itu?" Jawab beliau: "Bahkan kalian pada masa itu berjumlah banyak, akan tetapi kalian bagaikan buih air bah. Allah niscaya mencabut dari hati musuh kalian rasa takut kepada kalian, dan menanamkan rasa kelemahan dalam dada kalian". Seorang bertanya: "Ya Rasulullah, apakah maksud kelemahan itu?" Jawab beliau: "Yaitu cinta kepada dunia dan enggan mati".
PERANAN KELUARGA DALAM ISLAM
Keluarga mempunyai peranan penting dalam pendidikan, baik dalam lingkungan masyarakat Islam maupun non-Islam. Karerena keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama di mana dia mendapatkan pengaruh dari anggota-anggotanya pada masa yang amat penting dan paling kritis dalam pendidikan anak, yaitu tahun-tahun pertama dalam kehidupanya (usia pra-sekolah). Sebab pada masa tersebut apa yang ditanamkan dalam diri anak akan sangat membekas, sehingga tak mudah hilang atau berubah sudahnya.
Dari sini, keluarga mempunyai peranan besar dalam pembangunan masyarakat. Karena keluarga merupakan batu pondasi bangunan masyarakat dan tempat pembinaan pertama untuk mencetak dan mempersiapkan personil-personilnya.
Musuh-musuh Islam telah menyadari pentingya peranan keluarga ini. Maka mereka pun tak segan-segan dalam upaya menghancurkan dan merobohkannya. Mereka mengerahkan segala usaha ntuk mencapai tujuan itu. Sarana yang mereka pergunakan antara lain:
1. Merusak wanita muslimah dan mempropagandakan kepadanya agar meninggallkan tugasnya yang utama
dalam menjaga keluarga dan mempersiapkan generasi.
2. Merusak generasi muda dengan upaya mendidik mereka di tempat-tempat pengasuhan yang jauh dari
keluarga, agar mudah dirusak nantinya.
3. Merusak masyarakat dengan menyebarkan kerusakan dan kehancuran, sehingga keluarga, individu dan
masyarakat seluruhnya dapat dihancurkan.
Sebelum ini, para ulama umat Islam telah menyadari pentingya pendidikan melalui keluarga. Syaikh Abu Hamid Al Ghazali ketika membahas tentang peran kedua orangtua dalam pendidikan mengatakan: "Ketahuilah, bahwa anak kecil merupakan amanat bagi kedua orangtuanya. Hatinya yang masih suci merupakan permata alami yang bersih dari pahatan dan bentukan, dia siap diberi pahatan apapun dan condong kepada apa saja yang disodorkan kepadanya Jika dibiasakan dan diajarkan kebaikan dia akan tumbuh dalam kebaikan dan berbahagialah kedua orang tuanya di dunia dari akherat, juga setiap pendidik dan gurunya. Tapi jika dibiasakan kejelekan dan dibiarkan sebagai mana binatang temak, niscaya akan menjadi jahat dan binasa. Dosanya pun ditanggung oleh penguru dan walinya. Maka hendaklah ia memelihara mendidik dan membina serta mengajarinya akhlak yang baik, menjaganya dari teman-teman jahat, tidak membiasakannya bersenang-senang dan tidak pula menjadikannya suka kemewahan, sehingga akan menghabiskan umurnya untuk mencari hal tersebut bila dewasa."
TUJUAN PENDIDIKAN DALAM ISLAM
Banyak penulis dan peneliti membicarakan tentang tujuan pendidikan individu muslim. Mereka berbicara panjang lebar dan terinci dalam bidang ini, hal yang tentu saja bermanfaat. Apa yang mereka katakan kami ringkaskan sebagai berikut:
" Nyatalah bahwa pendidikan individu dalam islam mempunyai tujuan yang jelas dan tertentu, yaitu: menyiapkan individu untuk dapat beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan tak perlu dinyatakan lagi bahwa totalitas agama Islam tidak membatasi pengertian ibadah pada shalat, shaum dan haji; tetapi setiap karya yang dilakukan seorang muslim dengan niat untuk Allah semata merupakan ibadah." (Aisyah Abdurrahman Al Jalal, Al Mu'atstsirat as Salbiyah fi Tarbiyati at Thiflil Muslim wa Thuruq 'Ilajiha, hal. 76.
MEMPERHATIKAN ANAK SEBELUM LAHIR
Perhatian kepada anak dimulai pada masa sebelum kelahirannya, dengan memilih isteri yang shalelhah, Rasulullah SAW memberikan nasehat dan pelajaran kepada orang yang hendak berkeluarga dengan bersabda :
" Dapatkan wanita yang beragama, (jika tidak) niscaya engkau merugi" (HR.Al-Bukhari dan Muslim)
Begitu pula bagi wanita, hendaknya memilih suami yang sesuai dari orang-orang yang datang melamarnya. Hendaknya mendahulukan laki-laki yang beragama dan berakhlak. Rasulullah memberikan pengarahan kepada para wali dengan bersabda :
"Bila datang kepadamu orang yang kamu sukai agama dan akhlaknya, maka kawikanlah. Jika tidak kamu lakukan, nisacayaterjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar"
Termasuk memperhatikan anak sebelum lahir, mengikuti tuntunan Rasulullah dalam kehidupan rumah tangga kita. Rasulullah memerintahkan kepada kita:
"Jika seseorang diantara kamu hendak menggauli isterinya, membaca: "Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami". Maka andaikata ditakdirkan keduanya mempunyai anak, niscaya tidak ada syaitan yang dapat mencelakakannya".
MEMPERHATIKAN ANAK KETIKA DALAM KANDUNGAN
Setiap muslim akan merasa kagum dengan kebesaran Islam. Islam adalah agama kasih sayang dan kebajikan. Sebagaimana Islam memberikan perhatian kepada anak sebelum kejadiannya, seperti dikemukakan tadi, Islam pun memberikan perhatian besar kepada anak ketika masih menjadi janin dalam kandungan ibunya. Islam mensyariatkan kepada ibu hamil agar tidak berpuasa pada bulan Ramadhan untuk kepentingan janin yang dikandungnya. Sabda Rasulullah :
"Sesungguhn_ya Allah membebas~an sepan/h shalat bagi orang yang bepergian, dan (membebaskan) puasa bagi orang yang bepergian, wanita menyusui dan wanita hamil" ( Hadits riwayat Abu Dawud, At Tirmidzi dan An Nasa'i. Kata Al Albani dalam Takhrij al Misykat: "Isnad hadits inijayyid' )
Sang ibu hendaklah berdo'a untuk bayinya dan memohon kepada Allah agar dijadikan anak yang shaleh dan baik, bermanfaat bagi kedua orangtua dan seluruh kaum muslimin. Karena termasuk do'a yang dikabulkan adalah do'a orangtua untuk anaknya.
MEMPERHATIKAN ANAK SETELAH LAHIR
Setelah kelahiran anak, dianjurkan bagi orangtua atau wali dan orang di sekitamya melakukan hal-hal berikut:
1. Menyampaikan kabar gembira dan ucapan selamat atas kelahiran.
Begitu melahirkan, sampaikanlah kabar gembira ini kepada keluarga dan sanak famili, sehingga semua akan bersuka cita dengan berita gembira ini. Firman Allah 'Azza Wa Jalla tentang kisah Nabi Ibrahim 'Alaihissalam bersama malaikat:
"Dan isterinya berdiri (di balik tirai lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan dari lshaq (akan lahir puteranya) Ya 'qub. " (Surah Hud : 71).
Dan firman Allah tentang kisah Nabi Zakariya 'Alaihissalam:
"Kemudian malaikat Jibril memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah mengembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu ) Yahya " (Ali Imran: 39).
Adapun tahni'ah (ucapan selamat), tidak ada nash khusus dari Rasul dalam hal ini, kecuali apa yang disampaikan Aisyah Radhiyallahu 'Anha:
"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasalam apabila dihadapkan kepada beliau anak-anak bayi, maka beliau mendo'akan keberkahan bagi mereka dan mengolesi langit-langit mulutnya (dengan korma atau madu )" ( Hadits riwayat Muslim dan Abu Dawud).
Abu Bakar bin Al Mundzir menuturkan: Diriwayatkan kepada kami dari Hasan Basri, bahwa seorang laki-laki datang kepadanya sedang ketika itu ada orang yang baru saja mendapat kelahiran anaknya. Orang tadi berkata: Penunggang kuda menyampaikan selamat kepadamu. Hasan pun berkata: Dari mana kau tahu apakah dia penunggang kuda atau himar? Maka orang itu bertanya: Lain apa yang mesti kita ucapkan. Katanya: Ucapkanlah:
"Semoga berkah bagimu dalam anak, yang diberikan kepadamu, Kamu pun bersyukur kepada Sang Pemberi, dikaruniai kebaikannya, dan dia mencapai kedewasaannya" ( Ibnu Qayyim Al Jauziyah, Tuhfatul fi Ahkamil Maulud.)
2. Menyerukan adzan di telinga bayi.
Abu Rafi' Radhiyallahu 'Anhu menuturkan:
"Aku melihat Rasulullah memperdengarkan adzan pada telinga Hasan bin Ali ketika dilahirkan Fatimah" ( Hadits riwayat Abu Dawud dan At Tirmidzi.
Hikmahnya, Wallahu A'lam, supaya adzan yang berisi pengagungan Allah dan dua kalimat syahadat itu merupakan suara yang pertama kali masuk ke telinga bayi. Juga sebagai perisai bagi anak, karena adzan berpengaruh untuk mengusir dan menjauhkan syaitan dari bayi yang baru lahir, yang ia senantiasa berupaya untuk mengganggu dan mencelakakannya. Ini sesuai dengan pemyataan hadits:
" Jika diserukan adzan untuk shalat, syaitan lari terbirit-birit dengan mengeluarkan kentut sampai tidak mendengar seruan adzan" (Ibid)
3. Tahnik (Mengolesi langit-langit mulut).
Termasuk sunnah yang seyogianya dilakukan pada saat menerima kelahiran bayi adalah tahnik, yaitu melembutkan sebutir korma dengan dikunyah atau menghaluskannya dengan cara yang sesuai lalu dioleskan di langit-langit mulut bayi. Caranya,dengan menaruh sebagian korma yang sudah lembut di ujung jari lain dimasukkan ke dalam mulut bayi dan digerakkan dengan lembut ke kanan dan ke kiri sampai merata. Jika tidak ada korma, maka diolesi dengan sesuatu yang manis (seperti madu atau gula). Abu Musa menuturkan:
"Ketika aku dikaruniai seorang anak laki-laki, aku datang kepada Nabi, maka beliau menamainya Ibrahim, mentahniknya dengan korma dan mendo'akan keberkahan baginya, kemudian menyerahkan kepadaku".
Tahnik mempunyai pengaruh kesehatan sebagaimana dikatakan para dokter. Dr. Faruq Masahil dalam tulisan beliau yang dimuat majalah Al Ummah, Qatar, edisi 50, menyebutkan: "Tahnik dengan ukuran apapun merupakan mu'jizat Nabi dalam bidang kedokteran selama empat belas abad, agar umat manusia mengenal tujuan dan hikmah di baliknya. Para dokter telah membuktikan bahwa semua anak kecil (terutama yang baru lahir dan menyusu) terancam kematian, kalau terjadi salah satu dari dua hal:
a. Jika kekurangan jumlah gula dalam darah (karena kelaparan).
b. Jika suhu badannya menurun ketika kena udara dingin di sekelilingnya."'
4. Memberi nama.
Termasuk hak seorang anak terhadap orangtua adalah memberi nama yang baik. Diriwayatkan dari Wahb Al Khats'ami bahwa Rasulullah bersabda:
" Pakailah nama nabi-nabi, dan nama yang amat disukai Allah Ta'ala yaitu Abdullah dan Abdurrahman, sedang nama yang paling manis yaitu Harits dan Hammam, dan nama yang sangat jelek yaitu Harb dan Murrah" ( HR.Abu Daud An Nasa'i)
Pemberian nama merupakan hak bapak.Tetapi boleh baginya menyerahkan hal itu kepada ibu. Boleh juga diserahkan kepada kakek, nenek,atau selain mereka.
Rasulullah merasa optimis dengan nama-nama yang baik. Disebutkan Ibnul Qayim dalam Tuhfaful Wadttd bi Ahkami Maulud, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasalam tatkala melihat Suhail bin Amr datang pada hari Perjanjian Hudaibiyah beliau bersabda: "Semoga mudah urusanmu"
Dalam suatu perjalanan beliau mendapatkan dua buah gunung, lain beliau bertanya tentang namanya. Ketika diberitahu namanya Makhez dan Fadhih, beliaupun berbelok arah dan tidak melaluinya.( Ibnu Qayim Al Jauziyah, Tuhfatul Wadud, hal. 41.)
Termasuk tuntunan Nabi mengganti nama yang jelek dengan nama yang baik. Beliau pernah mengganti nama seseorang 'Ashiyah dengan Jamilah, Ashram dengan Zur'ah. Disebutkan oleh Abu Dawud dalam kitab Sunan :"Nabi mengganti nama 'Ashi, 'Aziz, Ghaflah, Syaithan, Al Hakam dan Ghurab. Beliau mengganti nama Syihab dengan Hisyam, Harb dengan Aslam, Al Mudhtaji' dengan Al Munba'its, Tanah Qafrah (Tandus) dengan Khudrah (Hijau), Kampung Dhalalah (Kesesatan) dengan Kampung Hidayah (Petunjuk), dan Banu Zanyah (Anak keturunan haram) dengan Banu Rasydah (Anak keturunan balk)." (Ibid)
5. Aqiqah.
Yaitu kambing yang disembelih untuk bayi pada hari ketujuh dari kelahirannya. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Salman bin Ammar Adh Dhabbi, katanya: Rasulullah bersabda:
"Setiap anak membawa aqiqah, maka sembelihlah untuknya dan jauhkanlah gangguan darinya" (HR. Al Bukhari.)
Dari Aisyah Radhiyallahu 'Anha,bahwaRasulullah bersabda:
"Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sebanding, sedang untuk anak perempuan seekor kambing" (HR. Ahmad dan Turmudzi).
Aqiqah merupakah sunnah yang dianjurkan. Demikian menurut pendapat yang kuat dari para ulama. Adapun waktu penyembelihannya yaitu hari ketujuh dari kelahiran. Namun, jika tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh boleh dilaksanakan kapan saja, Wallahu A'lam.
Ketentuan kambing yang bisa untuk aqiqah sama dengan yang ditentukan untuk kurban. Dari jenis domba berumur tidak kurang dari 6 bulan, sedang dari jenis kambing kacang berumur tidak kurang dari 1 tahun, dan harus bebas dari cacat.
6. Mencukur rambut bayi dan bersedekah perak seberat timbangannya.
Hal ini mempunyai banyak faedah, antara lain: mencukur rambut bayi dapat memperkuat kepala, membuka pori-pori di samping memperkuat indera penglihatan, pendengaran dan penciuman. (Abdullah Nasih Ulwan, Tarbiyatul Auladfil Islam, juz 1.)
Bersedekah perak seberat timbangan rambutnya pun mempunyai faedah yang jelas.
Diriwayatkan dari Ja'far bin Muhammad, dari bapaknya, katanya:
"Fatimah Radhiyalllahu 'anha menimbang rambut Hasan, Husein, Zainab dan Ummu Kaltsum; lalu ia mengeluarkan sedekah berupa perak seberat timbangannya (HR. Imam Malik dalam Al Muwaththa')
7. Khitan.
Yaitu memotong kulup atau bagian kulit sekitar kepala zakar pada anak laki-laki, atau bagian kulit yang menonjol di atas pintu vagina pada anak perempuan. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu bahwa Rasulullah bersabda:
"Fitrah itu lima: khitan, mencukur rambut kemaluan, memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak" (HR. Al-bukhari, Muslim)
Khitan wajib hukumnya bagi kaum pria, dan rnustahab (dianjurkar) bagi kaum wanita.WallahuA'lam.
Inilah beberapa etika terpenting yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan oleh orangtua atau pada saat-saat pertama dari kelahiran anak.
Namun, di sana ada beberapa kesalahan yang terjadi pada saat menunggu kedatangannya Secara singkat, antara lain:
A. Membacakan ayat tertentu dari Al Qur'an untuk wanita yang akan melahirkan; atau menulisnya lalu dikalungkan pada wanita, atau menulisnya lalu dihapus dengan air dan diminumkan kepada wanita itu atau dibasuhkan pada perut danfarji (kemaluan)nya agar dimudahkan dalam melahirkan. ltu semua adalah batil, tidak ada dasamya yang shahih dari Rasulullah, Akan tetapi bagi wanita yang sedang menahan rasa sakit karena melahirkan wajib berserah diri kepada Allah agar diringankan dari rasa sakit dan dibebaskan dari kesulitannya Dan ini tidak bertentangan dengan ruqyah yang disyariatkan.
B. Menyambut gembira dan merasa senang dengan kelahiran anak laki-laki, bukan anak perempuan.
Hal ini termasuk adat Jahiliyah yang dimusuhi Islam. Firman Allah yang berkenaan dengan mereka:
"Apabila seseorang dari merea diberi kabar dengan (kelahiran) anak, perempuan, hitamlah (merah padamlah) matanya, dan dia sangat marah; ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan padanya. Apakah dia akan memeliharannya dengan menanggumg kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang telah mereka lakukan itu"(Surah An Nahl : 58-59).
Mungkin ada sebagian orang bodoh yang bersikap berlebihan dalam hal ini dan memarahi isterinya karena tidak melahirkan kecuali anak perempuan. Mungkin pula menceraikan isterinya karena hal itu, padahal kalau dia menggunakan akalnya, semuanya berada di tangan Allah 'Azza wa lalla. Dialah yang memberi dan menolak. Firman-Nya:
Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki atau Dia menganugerahkan kepada siapa yang dia kehendaki-Nya, dan dia menjadikan Mandul siapa yang Dia kehendaki…" (Surah Asy Syura :49-50).
Semoga Allah memberikan petunjukkepada seluruh kaum Muslimin.
C. Menamai anak dengan nama yang tidak pantas.Misalnya, nama yang bermakna jelek, atau nama orang-orang yang menyimpang seperti penyanyi atau tokoh kafir. Padahal menamai anak dengan nama yang baik merupakan hak anak yang wajib atas walinya.
Termasuk kesalahan yang berkaitan dengan pemberian nama, yaitu ditangguhkan sampai setelah seminggu.
D. Tidak menyembelih aqiqah untuk anak padahal mampu melakukannya. Aqiqah merupakan tuntunan Nabi Shallallahu 'alaihi wasalam, dan mengikuti tuntunan beliau adalah sumber segala kebaikan.
E. Tidak menetapi jumlah bilangan yang ditentukan untuk aqiqah. Ada yang mengundang untuk acara aqiqah semua kenalannya dengan menyembelih 20 ekor kambing, ini merupakan tindakan berlebihan yang tidak disyariatkan. Ada pula yang kurang dari jumlah bilangan yang ditentukan, dengan menyembelih hanya seekor kambing untuk anak iaki-laki, inipun menyalahi yang disyariatkan. Maka hendaklah kita menetapi sunnah Rasul Shallallahu 'alaihi wasalam tanpa menambah ataupun mengurangi.
F. Menunda khitan setelah akil baligh.Tradisi ini dulu terjadi pada beberapa suku, seorang anak dikhitan sebelum kawin dengan cara yang biadab di hadapan orang banyak.
Itulah sebagian kesalahan, dan masih banyak lainnya. Semoga cukup bagi kita dengan menyebutkan etika dan tata cara yang dituntunkan ketika menerima kelahiran anak. Karena apapun yang bertentangan dengan hal-hal tersebut, termasuk kesalahan yang tidak disyariatkan. (Disarikan dari kitab Adab Istiqbal al Maulud fil Islam, oleh ustadz Yusuf Abdullah al Arifi)
MEMPERHATIKAN ANAK PADA USIA ENAM TAHUN PERTAMA
Periode pertama dalam kehidupan anak (usia enam tahun pertama) merupakan periode yang amat kritis dan paling penting. Periode ini mempunyai pengaruh yang sangat mendalam dalam pembentukan pribadinya. Apapun yang terekam dalam benak anak pada periede ini, nanti akan tampak pengaruh-pengaruhnya dengannyata pada kepribadiannya ketika menjadi dewasa. (Aisyah Abdurrahman Al Jalal, Al Muatstsirat as Salbiyah.)
Karena itu, para pendidik perlu memberikan banyak perhatian pada pendidikan anak dalam periode ini.
Aspek-aspek yang wajib diperhatikan oleh kedua orangtua dapat kami ringkaskan sebagai berikut:
1. Memberikan kasih sayang yang diperlukan anak dari pihak kedua orangtua, terutama ibu.
Ini perlu sekali, agar anak belajar mencintai orang lain. Jika anak tidak merasakan cintakasih ini,maka akan tumbuh mencintai dirinya sendiri saja dan membenci orang disekitamya. "Seorang ibu yang muslimah harus menyadari bahwa tidak ada suatu apapun yang mesti menghalanginya untuk memberikan kepada anak kebutuhan alaminya berupa kasih sayang dan perlindungan. Dia akan merusak seluruh eksistensi anak, jika tidak memberikan haknya dalam perasaan-perasaan ini, yang dikaruniakan Allah dengan rahmat dan hikmah-Nya dalam diri ibu, yang memancar dengan sendirinya untuk memenuhi kebutuhan anak." (Muhammad Quthub,Manhaiut Tarbiyah Al Islamiyah, juz 2.)
Maka sang ibu hendaklah senantiasa memperhatikan hal ini dan tidak sibuk dengan kegiatan karir di luar rumah, perselisihan dengan suami atau kesibukan lainnya.
2. Membiasakan anak berdisiplin mulai dari bulan-bulan pertama dari awal kehidupannya.
Kami kira, ini bukan sesuatu yang tidak mungkin. Telah terbukti bahwa membiasakan anak untuk menyusu dan buang hajat pada waktu-waktu tertentu dan tetap, sesuatu yang mungkin meskipun melalui usaha yang berulang kali sehingga motorik tubuh akan terbiasa dan terlatih dengan hal ini.
Kedisiplinan akan tumbuh dan bertambah sesuai dengan pertumbuhan anak, sehingga mampu untuk mengontrol tuntutan dan kebutuhannya pada masa mendatang.
3. Hendaklah kedua orangtua menjadi teladan yang baik bagi anak dari permulaan kehidupannya.
Yaitu dengan menetapi manhaj Islam dalam perilaku mereka secara umum dan dalam pergaulannya dengan anak secara khusus. Jangan mengira karena anak masih kecil dan tidak mengerti apa yang tejadi di sekitarnya, sehingga kedua orangtua melakukan tindakan-tindakan yang salah di hadapannya. Ini mempunyai pengaruh yang besar sekali pada pribadi anak. "Karena kemampuan anak untuk menangkap, dengan sadar atau tidak, adalah besar sekali. Terkadang melebihi apa yang kita duga. Sementara kita melihatnya sebagai makhluk kecil yang tidak tahu dan tidak mengerti. Memang, sekalipun ia tidak mengetahui apa yang dilihatnya, itu semua berpengaruh baginya. Sebab, di sana ada dua alat yang sangat peka sekali dalam diri anak yaitu alat penangkap dan alat peniru, meski kesadarannya mungkin terlambat sedikit atau banyak.
Akan tetapi hal ini tidak dapat merubah sesuatu sedikitpun. Anak akan menangkap secara tidak sadar, atau tanpa kesadaran puma, dan akan meniru secara tidak sadar, atau tanpa kesadaran purna, segala yang dilihat atau didengar di sekitamya." (Ibid.)
4. Anak dibiasakan dengan etiket umum yang mesti dilakukan dalam pergaulannya.
Antara lain: (Silahkan lihat Ahmad Iuuddin Al Bayanuni,MinhajAt TarbiyahAsh Shalihah.)
• Dibiasakan mengambil, memberi, makan dan minum dengan tangan kanan. Jika makan dengan tangan kiri,
diperingatkan dan dipindahkan makanannya ke tangan kanannya secara halus.
• Dibiasakan mendahulukan bagian kanan dalam berpakaian. Ketika mengenakan kain, baju, atau lainnya
memulai dari kanan; dan ketika melepas pakaiannya memulai dari kiri.
• Dilarang tidur tertelungkup dandibiasakan •tidur dengan miring ke kanan.
• Dihindarkan tidak memakai pakaian atau celana yang pendek, agar anak tumbuh dengan kesadaran menutup
aurat dan malu membukanya.
• Dicegah menghisap jari dan menggigit kukunya.
• Dibiasakan sederhana dalam makan dan minum, dan dijauhkan dari sikap rakus.
• Dilarang bermain dengan hidungnya.
• Dibiasakan membaca Bismillah ketika hendak makan.
• Dibiasakan untuk mengambil makanan yang terdekat dan tidak memulai makan sebelum orang lain.
• Tidak memandang dengan tajam kepada makanan maupun kepada orang yang makan.
• Dibiasakan tidak makan dengan tergesa-gesa dan supaya mengunyah makanan dengan baik.
• Dibiasakan memakan makanan yang ada dan tidak mengingini yang tidak ada.
• Dibiasakan kebersihan mulut denganmenggunakan siwak atau sikat gigi setelah makan, sebelum tidur, dan
sehabis bangun tidur.
• Dididik untuk mendahulukan orang lain dalam makanan atau permainan yang disenangi, dengan dibiasakan
agar menghormati saudara-saudaranya, sanak familinya yang masih kecil, dan anak-anak tetangga jika
mereka melihatnya sedang menikmati sesuatu makanan atau permainan.
• Dibiasakan mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengulanginya berkali-kali setiap hari.
• Dibiasakan membaca "Alhamdulillah" jika bersin, dan mengatakan "Yarhamukallah" kepada orang yang bersin j
jika membaca "Alhamdulillah".
• Supaya menahan mulut dan menutupnya jika menguap, dan jangan sampai bersuara.
• Dibiasakan berterima kasih jika mendapat suatu kebaikan, sekalipun hanya sedikit.
• Tidak memanggil ibu dan bapak dengan namanya, tetapi dibiasakan memanggil dengan kata-kata: Ummi (Ibu),
dan Abi (Bapak).
• Ketika berjalan jangan mendahului kedua orangtua atau siapa yang lebih tua darinya, dan tidak memasuki
tempat lebih dahulu dari keduanya untuk menghormati mereka.
• Dibiasakan bejalan kaki pada trotoar, bukan di tengah jalan.
• Tidak membuang sampah dijalanan, bahkan menjauhkan kotoran darinya.
• Mengucapkan salam dengan sopan kepada orang yang dijumpainya dengan mengatakan "Assalamu 'Alaikum"
serta membalas salam orang yang mengucapkannya.
• Diajari kata-kata yang benar dan dibiasakan dengan bahasa yang baik.
• Dibiasakan menuruti perintah orangtua atau siapa saja yang lebih besar darinya, jika disuruh sesuatu yang
diperbolehkan.
• Bila membantah diperingatkan supaya kembali kepada kebenaran dengan suka rela, jika memungkinkan. Tapi
kalau tidak, dipaksa untuk menerima kebenaran, karena hal ini lebih baik daripada tetap membantah dan
membandel.
• Hendaknya kedua orangtua mengucapkan terima kasih kepada anak jika menuruti perintah dan menjauhi
larangan. Bisa juga sekali-kali memberikan hadiah yang disenangi berupa makanan, mainan atau diajak jalan-
jalan.
• Tidak dilarang bermain selama masih aman, seperti bermain dengan pasir dan permainan yang diperbolehkan,
sekalipun menyebabkan bajunya kotor. Karena permainan pada periode ini penting sekali untuk pembentukan
jasmani dan akal anak.
• Ditanamkan kepada anak agar senang pada alat permainan yang dibolehkan seperti bola, mobil-mobilan,
miniatur pesawat terbang, dan lain-lainnya. Dan ditanamkan kepadanya agar membenci alat permainan yang
mempunyai bentuk terlarang seperti manusia dan hewan.
• Dibiasakan menghormati milik orang lain, dengan tidak mengambil permainan ataupun makanan orang lain,
sekalipun permainan atau makanan saudaranya sendiri.
MEMPERHATIKAN ANAK PADA USIA SETELAH ENAM TAHUN PERTAMA
Pada periode ini anak menjadi lebih siap untuk belajar secara teratur. Ia mau menerima pengarahan lebih banyak, dan lebih bisa menyesuaikan diri dengan teman-teman sepermainannya. Dapat kita katakan, pada periode ini anak lebih mengerti dan lebih semangat untuk belajar dan memperoleh ketrampilan-ketrampilan, karenanya ia bisa diarahkan secara langsung. Oleh sebab itu, masa ini termasuk masa yang paling penting dalam pendidikan dan pengarahan anak.
Kita, Insya Allah, akan membicarakan tentang aspek-aspek terpenting yang perlu diperhatikan oleh para pendidik pada periode ini. Yaitu:
1. Pengenalan Allah dengan cara yang sederhana.
Pada periode ini dikenalkan kepada anak tentang Allah 'Azza Wajalla dengan cara yang sesuai dengan pengertian dan tingkat pemikirannya.
Diajarkan kepadanya:
• Bahwa Allah Esa, tiada sekutu bagi-Nya.
• Bahwa Dialah Pencipta segala sesuatu. Pencipta langit, bumi, manusia, hewan, pohon-pohonan, sungai dan lain-lainnya. Pendidik dapat memanfaatkan situasi tertentu untuk bertanya kepada anak, misalnya ketika bejalan-jalan di taman atau padang, tentang siapakah Pencipta air, sungai,bumi,pepohonan dan lain-lainnya, untuk menggugah perhatiannya kepada keagungan Allah.
• Cinta kepada Allah, dengan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang dikaruniakan Allah untuknya dan untuk keluarganya. Misalnya, anak ditanya: Siapakah yang memberimu pendengaran, penglihatan dan akal? Siapakah yang memberimu kekuatan dan kemampuan untuk bergerak? Siapakah yang memberi rizki dan makanan untukmu dan keluargamu? Demikianlah, ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang nyata dan dianjurkan agar cinta dan syukur kepada Allah atas nikmat yang banyak ini. Metode ini disebutkan dalam Al Qur'an, dalam banyak ayat Allah menggugah minat para hamba-Nya agar memperhatikan segala nikmat yang dikaruniakan-Nya, seperti firman-Nya:
"Tidakkah kamu perhatian sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk kepentinganmu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempumakan untukmu nikmatnya lahir dan batin..."(Surah Luqman : 20).
"Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rizki kepadamu dari langit dan bumi...."(Surah Fathir :3).
Dan dengan rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dai karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepadan-Nya." (Surah Al Qashash : 73).
2. Pengajaran sebagian hukum yang jelas dan tentang halal-haram.
Diajarkan kepada anak menutup aurat, berwudhu, hukum-hukum thaharah (bersuci) dan pelaksanaan shalat. Juga dilarang dari hal-hal yang haram, dusta, adu domba, mencuri dan melihat kepada yang diharamkan Allah. Pokoknya, disuruh menetapi syariat Allah sebagaimana orang dewasa dan dicegah dari apa yang dilarang sebagaimana orang dewasa, sehingga anak akan tumbuh demikian dan menjadi terbiasa. Karena bila semenjak kecil anak dibiasakan dengan sesuatu, maka kalau sudah dewasa akan menjadi kebiasaannya.
Agar diupayakan pula pengajaran ilmu pengetahuan kepada anak, sebagaimana kata Sufyan Al Tsauri: "Seorang bapak barns menanamkan ilmu pada anaknya, karena dia pmanggung jawabnya." (Muhammad Hasan Musa, Nuzharul Fudhala' Tahdzib Siar A'lamin Nubala :Juz 1.)
3. Pengajaran baca Al Qur'an.
Al Qur'an adalah jalan lurus yang tak mengandung suatu kebatilan apapun. Maka amat baik jika anak dibiasakan membaca Al Qu~an dengan benar, dan diupayakan semaksimalnya agar mengbafal Al Qur'an atau sebagian besar darinya dengan diberi dorongan melalui berbagaicara. Karena itu, kedua orangtua bendaklah berusaha agar putera puterinya masuk pada salah satu sekoiah tahfizh Al Qur'an; kalau tidak bisa, diusahakan masuk pada salah satu halaqah tahfizh. Diriwayatkan Abu Dawud dari Mu'adz bin Anas bahwa Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda:
"Barang siapa membaca Al-quran dan mengamalkan kandungan isinya, niscaya Allah pada hari kiamat mengenakan kepada keda orang tuanya sebuah mahkota yang cahayanya lebih indah daripada cahaya matahari di rumah-rumah dunia. Maka apa pendapatmu tentang orang yang mengamalkan hal ini".
Para salaf dahulu pun sangat memperhatikan pendidikan tahfizh Al Qur'an bagi anak-anak mereka. Syaikh Yasin bin Yusuf Al Marakisyi menceritakan kepada kita tentang imam AnNawawi, Rahimahullah, katanya: "Aku melihat beliau ketika masih berumur 10 tahun di Nawa. Para anak kecil tidak mau bermain dengannya dan iapun berlari dari mereka seraya menangis, kemudian ia membaca Al Qur'an. Maka tertanamlah dalam hatiku rasa cinta kepadanya. Ketika itu bapaknya menugasinya menjaga toko, tetapi ia tidak mau bejualan dan menyibukkan diri dengan Al Qur'an. Maka aku datangi gurunya dan berpesan kepadanya bahwa anak ini diharapkan akan menjadi orang yang paling alim dan zuhud pada zamannya serta bermanfaat bagi umat manusia. Ia pun berkata kepadaku:
Tukang ramalkah Anda? Jawabku: Tidak, tetapi Allah-lah yang membuatku berbicara tentang hal ini. Bapak guru itu kemudian menceritakan kepada orangtuanya, sehingga memperhatikan beliau dengan sungguh-sungguh sampai dapat khatam Al Qur'an ketika menginjak dewasa."
4, Pengajaran hak-hak kedua orangtua,
Diajarkan kepada anak untuk bersikap hormat, taat dan berbuat baik kepada kedua orangtua, sehingga terdidik dan terbiasa demikian. Anak sering bersikap durhaka dan melanggar hak-hak orangtua disebabkan karena kurangnya perhatian orangtua dalam mendidik anak dan tidak membiasakannya berbuat kebaikan sejak usia dini.
Firman Allah Ta'ala :
'Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan beribadah kepada selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesanyangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." (Surah Al-Isra': 23-24).
Diriwayatkan dari Abu HurairahRadhiyallahu 'Anhu bahwa Nabi bersabda:
"Terhinalah, terhinalah, dan terhinalah seseorang yang mendapatkan salah seorang dari kedua orang tuanya atau kedua-duanya berusia lanjut, tetapi tidak dapat masuk surga"
Berikut ini kisah seorang anak muda yang berbuat baik kepada bapaknya, disebutkan dalam kitab 'Uyunul Akhbar : "Al Ma'mun rahimahullah berkata: Belum pernah saya melihat seseorang yang amat berbuat baik kepada bapaknya daripada Al Fadhl bin Yahya. Karena kebaikannya, sampai bapaknya (Yahya) tidak berwudhu kecuali dengan air hangat. Ketika keduanya berada dalam penjara, para sipir melarang memasukkan kayu bakar di malam yang ding-in. Maka Al Fadhl, ketika bapaknya tidur, bangun mengambil teko yang biasa dia pergunakan untuk memanaskan air, lalu ia isi air dan ia dekatkan pada api lampu. Ia pun tetap berdiri memegangi teko sampai pagi. Ia lakukan hal ini untuk berbuat baik kepada bapaknya agar dapat berwudhu dengan air hangat."
5. Pengenalan tokoh-tokoh teladan yang agung dalam Islam.
Tokoh teladan kita yang utama yaitu Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam, kemudian para sahabat yang mulia Radhiallahu 'Anhum dan pengikut mereka dengan baik yang menjadi contoh terindah dalam segala aspek kehidupan. Maka dikenalkan kepada anak tentang mereka, diajarkan sejarah dan kisah mereka supaya meneladani perbuatan agung mereka dan mencontoh sifat baik mereka seperti keberanian, keprajuritan, kejujuran, kesabaran, kemuliaan, keteguhan pada kebenaran dan sifat-sifat lainnya.
Kisah atau kejadian yang diceritakan kepada anak hendaklah sesuai dengan tingkat pengertiannya, tidak membosankan, dan difokuskan pada penampilan serta penjelasan aspek-aspek yang baik saja sehingga mudah diterima oleh anak.
Misalnya, diceritakan kepada anak kisah Rasulullah bersama orang Yahudi yang menuntut kepada beliau agar membayar uang pinjamannya, sebagai contoh akhlak baik beliau:
Diriwayatkan bahwa ada seorang Yahudi yang meminjamkan uang kepada Rasulullah lalu hendak menagih hutangnya sebelum habis masanya. Maka dicegatnya Rasulullah di tengah jalan kota Madinah seraya berkata: "Sungguh, kalian anak keturunan Abdul Muthalib adalah orang-orang yang suka menangguhkan /bayarhutang)"
Umar pun melihat kejadian itu dan amat marah, lalu berkata: "Izinkanlah aku wahai Rasulullah, biar kupenggal lehernya!" Tapi Nabi bersabda: "Aku dan kawanku sangat tidak menginginkan hal itu, wahai Umar. Suruhlah ia berperkara dengan baik dan suruhlah aku menyelesaikan dengan baik."
Kemudian beliau berpaling kepada orangYahudi dan bersabda: "Hai Yahudi, piutangmu akan dibayarkan besok.""
Contoh kisah tentang keberanian dan ketabahan, diriwayatkan oleh Mu'adz bin Amr katanya: Pada waktu Perang Badar kujadikan Abu Jahal sebagai sasaranku. Begitu ada kesempatan, aku serang dia dan kupukul sehingga terpotong separuh betis kakinya. Sementara, anaknya Ikrimah bin Abu Jahal memukulku pada lengan hingga terputus tanganku tetapi masih menempel dengan kulit pada sisiku. Namun peperangan membuatku tak perduli dengannya, karena aku ketika ifu berperang sepanjang hari sambil menyeret tanganku dibelakang. Setelah terasa sakit karenanya, kuletakkan kakiku di.atasnya ialu kutarik hingga terputus."
Sejarah umat Islam penuh dengan tokoh-tokoh agung dan kisah-kisah menarik yang menunjukkan keutamaan dan makna yang indah.
6. Pengajaran etiket umum.
Seperti etiket mengucapkan salam dan meminta izin, etiket berpakaian, makan dan nninum,etiket berbicara dan bergaul dengan orang lain. Juga diajarkan bagaimana bergaul dengan kedua orangtua, sanak famili yang tua, kolega orangtua, guru-gurunya, kawan-kawannya dan teman sepermainannya.
Diajarkan pula mengatur kamamya sendiri, menjaga kebersihan rumah, menyusun alat bermain, bagaimana bermain tanpa mengganggu orang lain dan bagaimana bertingkah laku di masjid dan disekolahan.
Pegajaran berbagai hal di atas dan juga lainnya pertama-tama harus bersumber kepada Sunnah Rasulullah , lalu peri kehidupan para salaf yang shaleh, kemudian karya tulis para pakar dalam bidang pendidikan dan tata pergaulan.
7. Pengembangan rasa percaya diri dan tanggung jawab dalam diri anak.
Anak-anak sekarang ini adalah pemimpin hari esok. Karena itu, harus dipersiapkan dan dilatih mengemban tanggung jawab dan melaksanakan tugas yang nantinya akan mereka lakukan.
Hal itu bisa direalisasikan dalam diri anak melalui pembinaan rasa percaya diri, penghargaan jati dirinya, dan diberikan kepada anak kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya dan apa yang terbetik dalam pikirannya, serta diberikan kepadanya dorongan agar mengerjakan urusannya sendiri, bahkan ditugasi dengan pekejaan rumah tangga yang sesuai untuknya. Misalnya, disuruh untuk membeli beberapa keperluan rumah dari warung terdekat; anak perempuan diberi tugas mencuci piring dan gelas atau mengasuh adik. Pemberian tugas kepada anak ini bertahap sedikit demi sedikit sehingga mereka terbiasa mengemban tanggung jawab dan melaksanakan tugas yang sesuai bagi mereka.
Termasuk pemberian tanggung jawab kepada anak, ia harus menanggung resiko perbuatan yang dilakukannya. Maka diajarkan kepada anak bahwa ia bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukannya serta dituntut untuk memperbaiki apa yang telah dirusaknya dan meminta maaf atas kesalahannya.
Perhatikan kisah berikut yang menunjukkan rasa percaya diri: Diriwayatkan oleh Al Hafizh Ibnu Asakir, ketika Abdullah bin Az Zubair sedang bernain-main dengan anak-anak sebayanya, lewatlah khalifah Umar bin Khattab Radhiyallahu 'Anhtr.
Maka larilah semua anak karena takut kepada beliau, kecuali Abdullah bin Az Zubair yang masih tinggal di tempat. Lalu Umar menghampirinya dan bertanya kepadanya: "Kenapa kamu tidak lari bersama teman-temanmu,nak?" Dengan berani dan tenang Abdullah menjawab: "Ya Amirul Mu'minin!
Aku bukan seorang yang bersalah sehingga harus takut, dan jalan pun tidak sempit sehingga aku harus minggir.
Seorang anak jika terdidik untuk percaya diri akan mampu mengemban tanggung jawab yang besar. Sebagaimana putera-putera para sahabat, mereka berusaha sungguh-sungguh agar dapat ikut bersama para mujahidin Fisabilillah; sampai salah seorang di antara mereka ada yang menangis karena Rasulullah belum mengizinkannya ikut berperang bersama pasukan, tetapi karena simpati terhadapnya beliau pun mengizinkannya; dan akhimya ia termasuk salah satu syuhada dalam peperangan itu.
Rasulullah juga pernah mengangkat Usamah bin Zaid sebagai komandan pasukan yang di antara anggotanya terdapat Abu Bakar dan Umar, sekalipun masih muda belia tetapi ia orang yang tepat untuk jabatan itu. Lalu, di manakah anak-anak kita sekarang ini yang mampu menduduki puncak yang tinggi?
MEMPERHATIKAN. ANAK PADA MASA REMAJA
Pada masa ini pertumbuhan jasmani anak menjadi cepat, wawasan akalnya bertambah luas, emosinya menjadi kuat dan semakin keras, serta naluri seksualnya pun mulaibangkit.
Masa ini merupakan pendahuluan masa baligh.Karena itu, para pendidik perlu memberikan perhatian terhadap masalah-masalah berikut dalam menghadapi remaja:
1. Hendaknya anak, putera maupun puteri, merasa bahwa dirinya sudah dewasa karena ia sendiri menuntut
supaya diperlakukan sebagai orang dewasa, bukan sebagai anak kecil lagi.
2. Diajarkan kepada anak hukum-hukum akilbaligh dan diceritakan kepadanya kisah-kisah yang dapat mengembangkan dalam dirinya sikap takwa dan menjauhkan diri dari hal yang haram.
3. Diberikan dorongan untuk ikut serta melaksanakan tugas-tugas rumah tangga, seperti melakukan pekerjaan
yang membuatnya merasa bahwa dia sudah besar.
4. Berupaya mengawasi anak dan menyibukkan waktunya dengan kegiatan yang bermanfaat serta mancarikan
teman yang baik.
B
EBERAPA KESALAHAN PARA PENDIDIK
Berikut ini sebagian kesalahan yang sering dilakukan oleh para pendidik. Semoga Allah memberikan maunah (pertolongan)-Nya kepada kita untuk dapat menjauhinya dan menunjukkan kita kepada kebenaran.
1. Ucapan pendidik tidak sesuai dengan perbuatan.
Ini merupakan kesalahan terpenting karena anak belajar dari orangtua beberapa hal. tetapi ternyata bertentangan dengan apa yang telah diajarkannya. Tindakan ini berpengaruh buruk terhadap mental dan perilaku anak. Allah Azza Wa Jalla mencela perbuatan ini dengan firman-Nya:
"Hai orang-orang yang beriman mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan" (SurahAshShaff:2-3).
Bagaimana anak akan belajar kejujuran kalau ia mengetahui orang tuanya berdusta? Bagaimana anak akan belajar sifat amanah sementara ia melihat bapaknya menipu ? Bagaimana anak akan belajar akhlak baik bila orang sekitamya suka mengejek, berkata jelek dan berakhlak buruk?
2. Kedua orangtua tidak sepakat atas cara tertentu dalam pendidikan anak.
Kadangkala seorang anak melakukan perbuatan tertentu di hadapan kedua orangtua. tetapi akibatnya sang ibu memuji dan mendorong sedang sang bapak memperingatkan dan mengancam. Anak akhimya menjadi bingung mana yang benar dan mana yang salah di antara keduanya. Dengan pengertiannya yang masih terbatas, ia belum mampu membedakan mana yang benar dan yang salah sehingga hal itu akan mengakibatkan anak menjadi bimbang dan segala urusan tidak jelas baginya.
Sementara, kalau kedua orangtua mempunyai cara yang sama dan tidak memujukkan perbedaan ini, niscaya tidak terjadi kerancuan tersebut.
3. Membiarkan anak jadi korban televisi.
Media massa mempunyai pengaruh yang besar sekali dalam perilaku dan perbuatan anak dan media paling berbahaya adalah televisi. Hampir tidak ada rumah yang tidak mempunyai televisi. Padahal pengaruhnya demikian luas terhadap anak maupun orang dawasa, terhadap orang-orang berpengetahuan maupun yang terbatas pengetahuannya Plomery, seorang peneliti mengatakan: "Anak pada umumnya, dan kebanyakan orang dewasa, cenderung menerima.tanpa mempertanyakan segala informasi yang tampil di film-film dan kelihatan realistis. Mereka dapat mengingat materinya dengan cara yang lebih baik ... maka akal pikiran mereka menelan begitu saja nilai-nilai yang rendah itu.
Banyak pendidik yang tidak menaruh perhatian bahwa anak mereka kecanduan menonton televisi. Padahal ini sangat berpengaruh terhadap akhlak dan fithrah mereka, sampai apa yang dinamakan dengan acara anak-anak punpenuh dengan pemikiran-pemikiran keji yang diperoleh anak melalui acara yang ditayangkan. Banyak film kartun yang berisi kisah cinta dan roman ... sampai diantara anjing atau binatang lainnya. Tidakkah Anda melihat bagaimana seekor kucing betina dalam acara itu - ditampilkan sangat anggun ... berdandan dengan bulu mata panjang dan mata yang bercelak indah ... serta buah dada yang montok ... berlenggak lenggok untuk menggaet hati sang kucing jantan."
Penampilan perang tanding untuk wanita, juga mabuk-mabukan merokok, mencuri, melakukan tipu muslihat, berdusta dan sifat-sifat lainnya yang tidak sopan... Tayangan ini semua menyerbu dunia anak dan menodai fithrah yang suci dengan dalih acara anak-anak".
Oleh karena itu anak-anak kita harus dilindungi dari perangkat yang merusak ini. Hal ini, tak diragukan lagi, bukan sesuatu yang mudah tetapi juga tidak mustahil, jika kita ingin menjaga akhlak putera-puteri kita dan mempersiapkan mereka untuk mengemban misi agama dan umat. Semoga Allah melimpahkan ma'unah-Nya kepada kita.
4. Menyerahkan tanggung jawab pendidikan anak kepada pembantu atau pengasuh.
Kesalahan yang amat serius danbanyak tejadi di masyarakat kita adalah fenomena kesibukan ibu dari peran utamanya merawat rumah dan anak-anak dengan hal-hal yang tentunya tak kalah penting dari pendidikan anak. Misalnya, sibuk dengan karir di luar rumah, atau sering mengadakan kunjungan, menghadiri pertemuan, atau hanya karena malas-malasan dan tidak mau menangani langsung urusan anak. Padahal ini sangat berpengaruh terhadap kejiwaan anak dan nilai-nilai yang diserapnya Sebab, "Anak kecil adalah orang pertama yang dirugikan dengan keluamya ibu dari rumah untuk berkarir. Ia akan kehiLangan kasih sayang, sebab sang ibu membiarkannya dalam perawatan wanita lain seperti pembantu, atau membawanya ke tempat pengasuhan. Dan bagaimanapun, anak akan kehilangan kasih sayang ibu. Ini berbahaya sekali terhadap kejiwaan anak dan masa depannya, karena anak berkembang tanpa kasih sayang. jika anak miskin kasih sayang, ia pun akan bertindak keras terhadap para anggota masyarakatnya, akibatnya masyarakat hidup dalam kehancuran, keretakan dan kekerasan. Teryata, orang lain tidak menaruh perhatian untuk membina anak dan mendidiknya berakhlak mulia sebagaimana yang dilakukan keluarganya. Hal ini mendatangkan mala petaka bagi anak dan masyarakat."
Terkadang pembantunya adalah orang kafir, akibatnya si anak pun terpengaruh dengan akidah yang menyimpang atau akhlak yang rusak yang didapatkan darinya.
Maka, jika kita terpaksa mengambil pembantu, usahakanlah mendapat pembantu muslimah yang baik dan usahakan tidak bersama anak kecuali sebentar saja dalam keadaan terpaksa.
5. Pendidik menampakkan kelemahannya dalam mendidik anak.
Ini banyak tejadi pada ibu-ibu dan kadangkala terjadi pada bapak-bapak. Kita dapatkan, misalnya, seorang ibu berkata: "Anak ini mengesalkan. Aku tidak sanggup. Tak tahu, apa yang kuperbuat dengannya. Padahal anak mendengarkan ucapan ini maka ia pun merasa bangga dapat mengganggu ibunya dan membandel karena dapat menunjukkan keberadaannya dengan cara itu.
6.Berlebihan dalam memberi hukuman dan balsan.
a. Hukuman:
Hukuman adalah sesuatu yang disyariatkan dan termasuk salah satu sarana pendidikan yang berhasil yang sesekali mungkin diperlukan pendidik.
Namun ada yang sangat berlebihan dalam menggunakan sarana ini, sehingga membuat sarana itu berbahaya dan berakibat yang sebaliknya. Seperti kits mendengar ada orangtua yang menahan anaknya beberapa jam dikamar yang gelap jika melakukan kesalahan; ada juga yang mengikat anaknya jika berbuat sesuatu hal yang mengganggunya.
Hukuman bertingkat-tingkat, mulai dari pandangan yang mempunyai arti hingga hukuman berupa pukulan. Pendidik mungkin perlu menggunakan hukuman yang lebih dari pada sekedar pandangan yang memojokkan atau kata-kata celaan bahkan mungkin terpaksa menggunakan hukuman berupa pukulan; namun ini merupakan penyelesaian akhir, tidak diperlukan kecuali jika tidak ada cara lain.
Ada beberapa kaidah dalam penggunaan hukuman berupa pukulan antara lain:
Tidak dipergunakan )rukuman ini kecuali jika tidak ada cara laIn lagi.
Pendidik tidak balehmemukul ketika dalam keadaan marah sekali, karena dikhawatirkan akan membahayakan anak.
Tidak memukul pads bagian-bagian yang menyakitkan, seperti: wajah, kepala dan dada.
Pukulan pada tahap-tahap pertama hukuman tidak keras dan tidak menyakitkan serta tidak boleh lebih dari tiga kali pukulan, kecuali bila terpaksa dan tidak melebihi sepuluh kali pukulan.
Tidak boleh dipukul anak yang berumur di bawah sepuluh tahun.
Jika kesalahan anak baru pertama kali ia diberi kesempatan bertobat dan minta maaf atas perbuatannya. Juga dibuat supaya ada penengah yang kelihatannya mengusahakan pemaafan baginya setelah berjanji tidak mengulangi.
Hendaklah pendidik sendiri yangmemukul anak, tidak menyerahkannya kepada salah satu saudara atau temannya karena ini dapat menimbulkan kebarian dan kedengkiannya terhadap anak lain yang ikut menghukumnya.
Jika anak menginjak usia dewasa dan pendidik berpendapat bahwa sepuluh kali pukulan tidak cukupmembuat jera anak, maka pendidik boleh menambahnya.
7.Berusaha mengekang anak secara berlebihan.
Yaitu tidak diberi kesempatan bermain bercanda dan bergerak ini bertentangan dengan tabiat anak dan bisa membahayakan kesehatannya, karena permainan penting bagi pertumbuhan anak dengan baik. "Permainan di tempat yang bebas dan luas termasuk faktor terpenting yang membantu pertumbuhan jasmani anak dan menjaga kesehatannya•"
Maka orangtua seyogianya tidak mencegah anak-anak yang sedang asyik bermain pasir ketika wisata ke tepi pantai atau di tengah padang pasir. Karena itu merupakan waktu bersenang-senang dan bermain, bukan waktu berdisiplin. Tidak ada waktu kebebasan bergerak bagi anak-anak kecuali dalam kesempatan wisata yang bebas seperti ini. Maka sekali-kali mereka harus dibiarkan.
8.Mendidik anak tidak percaya diri dan merendahkan pribadinya.
Sayang ini banyak tejadi di kalangan bapak-bapak; padahal ini berpengaruh jelek terhadap masa depan anak dan pandangannya pada kehidupan. Karena anak yang terdidik rendah pribadi dan tidak percaya diri akan tumbuh menjadi penakut lemah dan tidak mampu menghadapi beban dan tantangan hidup, bahkan setelah dawasa.
Karena itu, seyogianya kita mempersiapkan anak-anak kita untuk dapat mekksanakan tugas-tugas dien dan dunia. Dan hal ini tidak tercapai kecuali dengan mendidik mereka memiliki rasa percaya dan harga diri namun tidak sombong dan takabur; serta senantiasa mengupayakan agar anak dikenalkan kepada hal-hal yang bernilai tinggi dan dijauhkan dari hal-hal yang bernilai rendah.
Sebagai contoh:
Pada masa pemerintahan Hisyam bin Abdul Malik terjadi kekeringan di daerah Badui maka berdatanganlah penduduk berbagai suku kepada Hisyam dan berkunjung kepadanya. Di antara mereka terdapat Dirwas bin Habib, usianya baru 14 tahun.
Mereka pun bertahan diri dan membuat Hisyam takut. Berkatalah Hisyam kepada penjaganya:
"Siapapun dibiarkan menghadap kepadaku, bahkan hingga anak-anak?". Dirwas menyadari bahwa dirinya yang dimaksud, maka iaberkata:"Ya Amirul Mu'minin! Sungguh kunjunganku tidak bemtaksud merendahkan baginda sedikitpun tapi untuk memberikan kehormatan bagiku. Dan orang-orang ini datang untuk suatu keperluan yang membuat mereka bertahan karenanya. Ucapan adalah pengungkapan dan diam adalah penyembunyian. Ucapan tidak dapat dikenal kecuali dengan diungkapkan•" Merasa kagum dengan ucapannya lalu berkatalah Hisyam:
"Bagus, ungkapkanlah!" Kata Dirwas: "Ya Amirul Mu'minin! Kami telah ditimpa tiga kali paceklik:
pertama, mencairkan lemak; kedua, memakan daging: dan ketiga, mengeluarkan sumsum tulang.
Sedang di tangan baginda ada kelebihan harta kekayaan. Jika itu milik Allah bagikanlah kepada hamba-hamba Allah yang berhak. Tetapi jika milik hamba-hamba Allah, maka kenapa baginda tahan?
Dan jika hak milik baginda maka sedekahkanlah kepada mereka, karena sesungguhnya Allah memberikan pahala kepada orang-orang yang bersedekah dan tidak melalaikan balasan orang-orang yang berbuat baik. Ketahuilah, Amirul Mu'minin!
Kedudukan pemimpin dari rakyat ibarat ruh pada jasad, tidak ada kehidupan bagi jasad kecuali dengannya." Kata Hisyam: "Anak ini tidak memberi sedikitpun alasan dalam salah satu dari ketiga hal tersebut." Kemudian ia perintahkan untuk membagikan kepada orang-orang Badui 100.000 dirham dan kepada Dirwas 100.000 dirham. Maka Dirwas berkata: "Ya AmirulMu'minin! Berikanlah sejumlah uang ini kembali kepada orang-orang Baduiku, karena aku tak mau jikap pemberian yang telah diperintahkan Amirul Mu'minin tadi tidak dapat memenuhi hajat mereka." Hisyam bertanya:
"Mengapa kamu tidak menyebutkan hajat pribadimu?" Jawabnya: "Aku tidak punya hajat selain hajat semua kaum Muslimin." Perhatikan rasa percaya anak muda ini pada dirinya dan keberaniannya dalam kebenaran.
PENUTUP
Firman Allah Ta'ala:
" Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu ….(Surah Al Mu'min: 60)
" Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku….." (Surah Al-Baqarah : 186).
Diriwayatkan dari An Nu'man bin Basyir Radhiyallahu 'Anhu bahwa Nabi bersabda:
"Do'a adalah ibadah"
Doa mempunyai peranan yang penting sekali dalam pendidikan anak, bahkan dalam seluruh urusan kehidupan, dan hanya Allah'Azza wa Jalla yang memberikan taufik dan hidayah.Seorang muslim mungkin telah berusaha maksimal dalam upaya mendidik anaknya agar menjadi orang shaleh tetapi tidak berhasil. Sebaliknya, ada anak yang menjadi orang shaleh sekalipun terdidik di tengah lingkungan yang menyimpang dan jelek; bahkan mungkin dibesarkan tanpa mendapat perhatian pendidikan dari kedua orangtua jadi, petunjuk itu semata-mata dari Allah. Dialah yang berfirman:
" Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya…"( Al-Qashash : 56).
Maka kita semua tidak boleh melupakan aspek ini dan wajib memohon dan berdo'a kepada Allah semoga berkenan menjadikan kita dan anak keturunan kita orang-orang yang shaleh, hanya Dialah yang memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
oleh : Yusuf Muhammad Al-Hasan
12:15 Posted in Syiar Agama | Permalink | Comments (0) | Email this
02.10.2006
Syair Syiar
Syair Romadhon
By Atharis Sultan Prayoe
Bulan Suci Romadhon telah tiba,
Bulan yg ditunggu2 umat Islam sedunia.
Penuh dengan rahmat magfiroh dan ampunan dari yang kuasa
Sebagai pendidikan iman agama untuk bekal kita disana
Romadhon bulan mulia
Tempat ibadah dan cari pahala
Hanya mengharap redho yang kuasa
Agar terhindar azab neraka
Selamat datang bulan mulia
Ikhlas pada Nya kami puasa
Untuk kesehatan Jiwa & Raga
Juga pendikikan menahan marah
Bulan seribu Rahma
Siang Puasa
Malam Sholat sunah Jama'ah
Untuk Melebur segala dosa
ALLAHUAKBAR 3 X
Marhaban Ya Romadhon
SYAIR RAMADHAN 2
Rahmat anugrah mohon dilimpahkan
Agar kami selalu tawadu mengarungi kehidupan
Menanti dari bulan ke bulan
Akhirnya ketemu bulan Ramadhan
Dari subuh menahan lapar, dahaga dan segala nafsu duniawi
Hingga terbenam nya sang matahari
Apakah nikmatnya berpuasa ……. ???
Nuansa berbuka dan saat menghadap yang Esa
By Atharis Sulthan Prayoe
Ramadhan 1st, 1426 H
SYAIR RAMADHAN 3
Rahmatan 10 hari pertama telah kita liwati
Akankah kita lewati pula 10 hari ke 2 dengan Magfiroh
Mari tingkatkan ibadah kita dibulan yang penuh kemuliaan ini
Agar menjadi hanba yang tangguh hatinya dan sehat fhisiknya
Dengan kebersihan hati dan keikhlasan menjalankan nya
Harapan Insya Allah akan menjadi kenyataan
Andai tiap bulan semuanya Ramadhan
Namun dia datang sekali dalam setahun
Ramadhan 11th, 1426 H
Create By ATHARIS S PRAYOE
09:05 Posted in Syiar Agama | Permalink | Comments (0) | Email this
27.09.2006
Habibi Muhammad Ya Rasullullah
Ketika seorang ummat manusia yang bernama Muhammad, yang mendapat gelar Al-amin (dapat dipercaya), yang adil, yang jujur, yang benci kepada politheisme, yang benar (ash-Shadiq), yang tidak pernah tunduk dan patuh kepada tuhan palsu, diangkat menjadi Nabi dan Rasul yang terakhir dengan turunnya wahyu pertama melalui Malaikat Jibril "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menjadikan. Yang menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu yang teramat Mulia. Yang mengajarkan dengan pena. Mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya"(Al 'Alaq,1-5). Yang pertama mengimani dan mempercayai Rasulullah telah mendapat wahyu dan sekaligus diangkat Rasul adalah istri beliau yang dicintainya Sitti Khadijah.
Kemudian setelah kurang lebih dua tahun dari sejak turunnya wahyu pertama, turunlah wahyu kedua "Hai orang yang berselimut: Bangunlah dan berilah peringatan. Besarkanlah Tuhanmu, bersihkanlah pakaianmu, jauhilah perbuatan ma'siat, janganlah kamu memberi, karena hendak memperoleh yang lebih banyak. Dan hendaklah kamu bersabar untuk memenuhi perintah Tuhanmu"(Al-Muddatstsir, 1-7). Setelah mendapat wahyu yang kedua inilah mulai Rasulullah secara sembunyi - sembunyi menyebarkan Islam kepada sahabat-sahabat terdekatnya, Abu Bakar Siddiq, Utsman bin 'Affan, Zubair bin Awwam, Sa'ad bin Abi Waqqash, Abdurahman bin 'Auf, Thalhah bin 'Ubaidillah, Abu 'Ubaidillah bin Jarrah, Arqam bin Abil Arqam, Fatimah bin Khathab (adik Umar bin Khathab), Said bin Zaid Al 'Adawi (suami Fatimah bin Khathab. Sahabat-sahabat inilah yang mendapat gelar As Saabiquunal awwalun, yaitu orang-orang yang terdahulu yang pertama-tama masuk Islam. Dakhwah secara sembunyi-sembunyi ini dilancarkan kurang lebih tiga tahun. Jadi disini Rasulullah tidak melibatkan diri langsung dengan kaum kafir Quraisy dibawah pimpinan Walid bin Mughirah untuk menyebarkan Islam, melainkan berada diluar system orang-orang musyrik dan kafir Quraisy.
Selanjutnya pada tahun ketiga kenabian, turun perintah memberikan dakhwah secara terang-terangan dengan turunnya ayat "Maka jalankanlah apa yang telah diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musyrik"(Al-Hijr, 94). "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat"(Asy-syu'ra,214).
Dengan turunnya ayat-ayat ini, jelaslah sudah bahwa Rasulullah harus secara terang-terangan menyebarkan Islam dan sekaligus berpaling dari kaum kafir dan musyrik Mekah. Tidak ada kompromi atau melalui cara damai, karena Allah telah menugaskan untuk menyiarkan Islam dan berpaling dari orang-orang yang menentang Islam secara terang-terangan.
Orang-orang musyrik dan kafir Mekah pada waktu itu secara terbuka menentang
Rasulullah dan ajaran Islamnya. Karena mereka secara terbuka mengadakan permusuhan dengan Rasulullah, maka jelas Rasulullah atas perintah Allah harus mengadakan perlawanan terhadap kaum kafir dan musyrik Mekah ini. Kurang lebih sepuluh tahun Rasulullah dengan para sahabatnya mengadakan usaha pendirian dan penegakkan Islam di daerah ini (daerah Mekah) yang ada dibawah pengaruh dan kekuasaan kaum Quraish. Walid bin Mughirah, Abu Jahal, Umayyah bin Khalaf, Abu lahab dan Ash bin Wa'il merupakan tokoh-tokoh Quraish yang sering menganiaya Nabi beserta kaum Muslimin. Abu Jahal meletakkan kotoran-kotoran unta di leher Nabi ketika beliau sedang sujud dalam shalat, sedang 'Uqbah bin Muhhit melilitkan tali kain di leher Nabi dan mencoba untuk mencekiknya. Abu Bakar, 'Utsman dan Zubair juga tidak terkecuali. Orang-orang muslim yang miskin banyak yang ditangkapi lalu dilempari batu kerikil. Bilal, budak dari Abyssinia milik orang kafir Mekkah, dipaksa tidur terlentang diatas pasir yang membara, dipaksa untuk melepaskan Islamnya, namun ia menjawab 'Ahad" (Allah adalah satu), "Ahad" (Allah adalah satu). Kemudian Abu Bakar membeli budak ini dan memerdekakannya.
Pada tahun kelima kenabian, beberapa sahabat Nabi berhijrah ke Abyssinia (Ethiopia sekarang) dengan izin Nabi, mereka itu adalah Utsman bin Affan dan istrinya, Abu Hudzaifah bin 'Utbah dan istrinya, sahlah, Zubair bin 'Awwam sepupu Nabi, Mush'ab bin 'Umair, 'Abdurrahman bin 'Auf, Abu Salmah al Makhzum dan istrinya, 'Utsman bin Ma'zhun, 'Amir bin Rabi'ah dan istrinya, Abu Sabrah bin Abi Rahm, Hathib bin 'Amr dan Suhail bin Baidha.
Masuknya tokoh-tokoh Quraish kedalam Islam, seperti Umar bin Khaththab dan Hamzah paman Nabi. Dari suku Aus dan Khazraj dari Yatsrib(Madinah sekarang). Dimana orang-orang Yatsrib ini adalah Abu al-Haitsam bin Thayyiban, Abu Umamah Asad bin Zujarah, 'Auf bin Harits, Rafi' bin Malik bin 'Ajlan, Qutbah bin 'Amir bin Hadidah dan Jabir bin 'Abdullah bin Rubab. Mereka masuk Islam di suatu tempat yang namanya Aqabah. Masuknya mereka kedalam Islam dikenal dengan ikrar Aqabah pertama. Setahun kemudian datang dua belas orang Yatsrib untuk memeluk Islam juga ditempat yang sama. Pada tahun ke duabelas kenabian, datang tujuh puluh dua orang muslim dari Yatsrib di musim haji dan menerima Islam, juga sekaligus mengundang Nabi untuk datang ke Yatsrib. Pemimpin mereka Bara bin Marur menyatakan atas nama orang-orang Yatsrib memberikan jaminan dan perlindungan yang diperlukan Nabi. Disinipun mereka mengadakan ikrar bersama yang disebut dengan ikrar Aqabah kedua. Nabi memilih dua belas orang dari muslimin Yatsrib dan diangkat sebagai pemimpin. Sembilan orang dari suku Khazraj dan tiga orang dari suku Aus. Yang dari Khazraj adalah Asad bin Zararah, Rafi' bin Malik, Ubadah bin Shamit, Sa'ad bin Rabi', Mandzar bin 'Amr, 'Abdullah bin Rawaha, Bara bin Marur, 'Abdullah bin 'Amar dan Sa'd bin 'Ubadah. Dari suku Aus adalah Usaid bin Hudnair, Sa'd bin Khaitsmah dan Rafa'ah bin 'Abdul Mundzar.
Setelah ikrar Aqabah kedua, Nabi mengizinkan kaum muslimin berhijrah ke Yatsrib. Dan dengan turunnya ayat "...Dan orang-orang yang lemah, baik laki-laki, wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo'a: Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zhalim penduduknya..."(An-Nisa, 75).
Dalam perjalanan ke Yatsrib, Nabi di Quba mendirikan satu masjid yang dikenal dengan nama Masjid al-Quba."..Sesungguhnya masjid yang didirkan atas dasar taqwa (masjid Quba), sejak hari pertama dan seterusnya adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya..."(At-Taubah, 108).
Pada hari jumat, 12 Rabi'ul Awwal 1 Hijrah, tahun ketiga belas kenabian yang bertepatan dengan 24 september 622 M bermulanya kalender Islam. Setelah sampai di Yatsrib, Nabi mendirikan masjid yang dinamakan Masjid Nabawi, masjid inilah dijadikan rumah, tempat ibadah dan peristirahatan yang terakhir Nabi.
Pada tahun pertama hijrah, Nabi secara langsung telah mendirikan negara atau daulah Islam di daerah Yatsrib. Pada tahun pertama hijrah ini Nabi mengadakan pakta perjanjian antara kaum muslimin (suku Khazraj, suku Aus dan kaum muhajirin) dan kaum Yahudi (suku Qainuqa, Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah) yang ada dan menetap di Yatsrib. Kemudian 'Abdullah bin salam, seorang sarjana besar dan seorang pendeta yahudi memeluk Islam. Walid bin Mughirah dan 'Ash bin Wa'il dari pemimpin Quraish meninggal.
Pada tahun kedua hijrah, turun wahyu "Perangilah di jalan Allah mereka yang memerangi kamu, tetapi janganlah kamu melampaui batas dalam peperangan.."(Al-Baqarah,190). Untuk melaksanakan ini Rasulullah mengutus 'Abdullah bin Jahsy untuk mengawasi dan mengamati gerakan dari orang.-orang Quraish. Hubungan baik dengan suku-suku lain yang ada disekitar Madinah terus dibina dengan baik. Jalur perdagangan Quraish ke Syria (melalui Madinah) dipersempit sehingga mereka tidak bisa membeli alat-alat perlengkapan perang. Nabi mengadakapn perjanjian damai dengan Bani Dhamrah. Mengutus Hamzah bin 'Abdul Muththalib dengan 30 orang pasukan mengintai dan mengawasi gerakan kaum Quraish di daerah sekitar laut merah yang dijadikan jalur orang-orang Mekah ketika pergi ke Syria. Mengutus 'Ubaidah bin al-Harits dengan 60 pasukan muslimin ke daerah lain untuk mengawasi gerakan kaum Quraish.Nabi sendiri memimpin 200 pasukan muhajirin untuk menghadapi pasukan dibawah pimpinan Umayyah bin Khalf, namun Umayyah tidak berani menghadapi Nabi. Kemudian Nabi mengadakan perjanjian dengan Bani Mudlij. Megutus Sa'd bin Abu Waqqash dengan 20 mujahid muslimin untuk mengejar Kurz bin Jabir, salah seorang pemimpin Quraish yang telah merusak dan menghancurkan padang gembalaan kaum muslimin di Madinah. Nabi memimpin perang Badar dengan kekuatan 313 orang tentara muslimin, dua ekor kuda dan 70 ekor unta melawan kaum Quraish dengan 1000 orang tentara, 300 ekor kuda dan 700 ekor unta. Dalam perang Badar ini Allah mengabulkan doa Rasulullah dan pengikutnya "Golongan itu pasti dikalahkan dan mereka akan mundur kebelakang"(Al-Qamar, 45). Panglima perang Quraish Syaibah dibunuh oleh Hamzah bin 'Abdul Muththalib, Walid dibunuh oleh Ali bin Abu Thalib, Utbah melukai Ubaidah bin al-Harits tetapi akhirnya Utbah dapat dibunuh oleh Hamzah dan Ali. Kaum muslimin dapat kemenangan dalam perang Badar ini.
Pada tahun ketiga hijrah, penghianatan orang-orang Yahudi Yatsrib yang telah mengadakan pakta perjanjian dengan Rasululullah. Menjatuhkan hukuman mati kepada Ka'b bin Asyraf yang telah melakukan pemberontakan secara terbuka terhadap prinsip-prinsip Negara Islam, penghianatan, penyebaran fitnah dan merusak perjanjian damai yang ditandatangai Nabi dan orang Yahudi, juga membuat syair-syair yang kotor dan cabul. Nabi memimpin pasukan muslimin ke Dzi Amr, Nejd untuk membubarkan pasukan musuh, pasukan musuh tidak berani menghadapi pasukan Nabi. Nabi dengan pasukan muslim sebanyak 300 orang menuju Buhran, dimana disini Bani Sulaim menyiapkan kekuatan untuk melawan kaum muslimin. Nabi mengirimkan pasukan muslimin sebanyak 100 orang dibawah komando Zaid bin Haritsah ke Qardah di Nejd, karena di Qardah ada kafilah Quraish di bawah pimpinan Shafwan bin Umayyah yang melakukan perlawanan kepada kaum muslimin. Nabi dengan 700 orang tentara muslimin pergi ke Uhud untuk menghadapi kekuatan Quraish yang hampir 3000 orang. Dalam perang Uhud kaum muslimin memperoleh kemenangan, walaupun Hamzah tewas dan hampir saja kaum muslimin mendapat kekalahan setelah sebagian pasukan pemanah yang dipimpin oleh 'Abdullah bin Jubair berebut mengambil harta rampasan. Penghianatan 'Abdullah bin Ubayy bersama 300 orang pengikutnya dengan cara melakukan penyerahan diri kepada pihak musuh sebelum perang Uhud dimulai.
Pada tahun keempat hijrah, Nabi mengutus Abu Salmah dengan 50 orang muslimin untuk menghadapi serangan musuh dari suku Qathan, Thulailah dan Khuwailid. Tetapi musuh tidak berani menghadapi kaum muslimin. Nabi mengutus 'Abdullah bin Unais untuk menghadapi musuh dibawah pimpinan Sufyan bin Khalid dari suku Lihyan, dimana pemimpin musuh ini dapat dibunuh oleh 'Abdullah. Penghianatan kaum Yahudi (Bani Nadhir), merusak perjanjian dengan Nabi, yang akhirnya Nabi menyuruh keluar kota Madinah dan menghancurkan mereka.
Pada tahun kelima hijrah, Nabi memimpin pasukan muslimin sebanyak 1000 orang pergi ke Daumatul Jandal suatu tempat antara laut merah dan teluk persia. Ketika Gubernur Daumatul Jandal mendengar berita ini, tanpa pikir panjang dia melarikan diri tidak berani menghadapi pasukan Nabi. Pengepungan Madinah oleh pihak musuh dibawah pimpinan Abu Sufyan yang bersekutu dengan Bani Fazara (dari Ghathfan), Bani Murrah dan Bani Sulaim dengan kekuatan 5500 prajurit yang berbaju perang, 3000 orang pasukan kavaleri dengan senjata lengkap dan 1500 ekor unta penuh dengan perbekalan. Pengepungan ini berlangsung kira-kira selama sebulan. Kaum musuh tidak dapat masuk kota Madinah dikarena kaum muslimin telah menggali parit sebagai tempat pertahanan supaya pihak musuh tidak dapat masuk ke daerah Madinah. Selama pengepungan ini ada beberapa pemimpin musuh dapat menyebrangi parit, diantaranya Amr bin 'Abduwud, Jubairah dan Dhirar bin Khaththab. Amr bin Abduwud dapat dikalahkan oleh Ali bin Abu Thalib, Jubairah dan Dhirar dapat dipukul kembali. Para pengepung akhirnya kehilangan semangat, disamping itu perbekalan mereka semakin berkurang, akhirnya kaum musuh di bawah Abu Sufyan mundur. Penghianatan kaum Yahudi dari suku Bani Quraizhah yang ada di kota Madinah, dimana terakhir Nabi mengepung markas dan kubu-kubu Bani Quraizhah dan mengalahkan mereka. Menjatuhkan hukuman mati terhadap Abu Rafi' Sallam bin Abil Huqaiq karena bersekongkol dengan pihak musuh ketika terjadi pengepungan kota Madinah.
Pada tahun keenam hijrah, Nabi mengutus Muhammad bin Muslimah dengan 30 tentara muslimin pergi ke Qurata untuk menghancurkan suku dari Bani Bakr yang telah membuat kerusakan disekitar daerah Dariyyah, dimana kaum musuh ini dapat dihancurkan. Nabi beserta 300 kaum muslimin pergi ke Bani Lihyan untuk menunut balas atas pembunuhan terhadap para da'i muslim pada tahun 4 H, tetapi tidak terjadi kontak senjata, karena Bani Lihyan telah melarikan diri. Nabi dengan beberapa sahabatnya mengejar 'Uyainah bin Hishn dan kawanan perampok yang membuat kerusakan di daerah Madinah. Nabi menugaskan 'Ukkasyah bin Mihshin dengan 40 orang kaum muslimin untuk menghadapi Bani Asad yang menyiapkan kekuatan untuk menghantam kaum muslimin, tetapi disini mereka tidak sempat kontak senjata, karena pihak musuh telah melarikan diri dan meninggalkan 200 ekor unta. Nabi mengutus Muhammad bin Musalimah dengan para da'i ke Bani Tsa'libah, tetapi pihak kaum muslimin sebagian besar terbunuh, ketika mereka sedang tidur, kemudian Nabi mengutus Abu 'Ubaidah bin al-Jarrah untuk membalas pembantaian terhadap para da'i, namum suku Bani Tsa'libah sempat melarikan diri. Nabi mengutus Zaid bin Haritsah ke Bani Sulaim, di Jamum. Musuh ketakutan dan melarikan diri dari pasukan Zaid. Kemudian Nabi mengutus Zaid bin Haritsah lagi dengan kekuatan 170 tentara muslimin ke al-'Isah untuk menghadang kaum Quraish yang pulang dari Syria, pasukan Zaid dapat menghancurkan kaum Quraish itu. Juga Zaid dengan 500 tentara muslimin dikirim ke Hisma, suatu tempat di belakang Wadi al-Qura, tempat orang-orang badui merampok sahabat Dihya bin Khilafah al-Kabri. Zaid dapat menghancurkan mereka. Ali bin Abu Thalib ditugaskan ke Bani Bakr dengan kekuatan 100 untuk menghukum Bani Bakr, karena Bani Bakr bersekongkol dengan kaum Yahui untuk menentang kaum muslimin. Nabi menugaskan Zaid bin Haritsah ke Bani Fazara yang dipimpin oleh Ummu Qirfa yang kerjanya sebagai perampok, dimana Zaid dapat membunuh Ummu Qirfa dan dua keluarganya. Nabi mengutus 'Abdullah bin Rawahah dengan 30 prajurit muslimin pergi ke Khaibar untuk menghancurkan kaum Yahudi yang dipimpin oleh Usair bin Zar'im, dimana Usair dapat dibunuh oleh 'Abdullah. Nabi mengadakan perdaiaman Hudaibiyah pada bulan dzul qa'dah 6 H, maret 628 M. Nabi dengan 1400 sahabat pergi untuk mengadakan ibadah 'umrah dengan damai tanpa maksud perang. Melihat hal ini, pihak Quraish mengutus 'Urwah bin Mas'ud sebagai juru bicara untuk mengadakan perjanjian dengan Nabi, namun antara Nabi dan 'Urwah tidak ada kesepakatan. Nabi mengutus Khirasy bin Umayyah untuk bertemu dengan pihak Quraish, tetapi Khirasy di aniyaya. Kemudian Nabi mengutus Utsman bin Affan sebagai juru damai kepada pihak Quraish, namun Utsman ditangkap oleh pihak Quraish dan tersebar berita bahwa Utsman telah dibunuh. Rasulullah mengajak para sahabatnya bersumpah untuk berperang sampai ke titik darah penghabisan untuk membela keimanan yang suci.Sumpah setia ini dikenal dengan nama 'Bai'atur Ridwan' sebagaimana dinyatakan dalam Qur'an "Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang Mu'min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka kemudian menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat"(Al-Fath, 18). Ternyata sumpah setia dengan Nabi menggetarkan kaum Quraish, dimana mereka mengirimkan utusan baru Suhail bin 'Amr untuk membicarakan perdamaian dengan kaum muslimin. Setelah melalui pembahasan yang dalam keluarlah keputusan perjanjian perdamaian yang berikut, Kaum muslimin tahun ini harus pulang tanpa melaksanakan ibadah 'umrah. Mereka boleh datang tahun depan untuk melaksanakan haji, tetapi tidak boleh tinggal di Mekah lebih dari tiga hari. Mengunjungi kota suci tidak boleh membawa senjata, hanya pedang yang boleh dibawa, tetapi harus tetap di sarungnya. Orang Islam Madinah tidak boleh mengambil kembali orang Islam yang tinggal di Mekah, juga tidak boleh menghalangi siapa pun dari orang Islam yang ingin tinggal di Mekah. Bila ada orang Mekah yang ingin tinggal di Madinah, kaum muslimin harus menyerahkannya kembali kepada mereka, tetapi bila ada orang Islam yang ingin tingal di Mekah, pihak Mekah tidak harus mengembalikannya ke Madinah. Suku-suku bangsa di Arab, bebas untuk bersekutu dengan kelompok manapun yang mereka kehendaki. Ketika kaum muslimin kembali ke Madinah turunlah ayat "Sesungguhnya Kami telah memberi kepadamu kemenangan yang gilang gemilang"(A-Fath, 1).
Pada tahun ketujuh hijrah, Nabi dengan pasukannya pergi ke Khaibar pusat Kekuatan Yahudi dari Bani Qainuqa dan Bani Nadhir setelah mereka diusir dari kota Madinah. Dalam benteng Yahudi ada kira-kira 20000 orang yahudi. Dengan izin Nabi Ali bin Abu Thalib diangkat sebagai pemimpin untuk mendobrak benteng Yahudi yang bernama Qamush. Ali menghadapi pemimpin prajurit Yahudi yang bernama Marhab, dimana Ali dapat mengalahkan Marhab dan benteng Qamush dapat di hancurkan. Setelah benteng mereka jatuh, pemimpin Yahudi mengajukan perdamaian kepada Nabi, dimana mereka mengajukan bersedia membayarkan separo hasil bumi mereka kepada pihak Islam, asalkan kehidupan, harta benda, wanita-wanita dan anak-anak mereka tidak disentuh. Nabi menerima perjanjian tersebut, walaupun beliau mengetahui bahwa orang Yahudi ini tidak akan menepati janjinya. Nabi beserta dua ribu kaum muslimin pergi melaksanakan 'umrah, sesuai dengan hasil perjanjian Hudaibiyah. Para sahabat sangat berbahagia dan gembira dapat memasuki Mekah dan melaksanakan 'umrah. Benarlah apa yang di firmankan Allah "Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya bahwa kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut..."(Al-Fath,27). Kemudian Khalid bin Walid jendral kavalery Quraish menyatakan masuk Islam. 'Amar bin 'Ash dan 'Utsman bin 'Thalhah berhijrah ke Madinah dan memeluk Islam. Dalam tahun ketujuh hijrah ini Islam telah menjadi kuat.
Tahun kedelapan hijrah, Nabi mengutus Ghalib bin 'Abdullah al-Laitsi ke Bani Mulawwih dekat Kadied, yang terletak di jalur jalan ke Mekah, usaha ini berhasil dengan gemilang. Selanjunta Ghalib dengan 200 pasukan muslimin ditugaskan pergi ke Mushab dekat Fadak, dimana tugas ini juga berhasil dengan cemerlang. Nabi menugaskan Syuja' bin Wahab dengan 24 tentara muslimin pergi ke Bani 'Amir, dimana Bani 'Amir dapat dilumpuhkan. Nabi mengutus Ka'b bin 'Umair ke Dzat Athlah, namun Ka'b dengan tentaranya dapat dipukul mundur oleh pihak musuh. Nabi segera akan mempimpin pasukan ke Dzat Athlah, namun sampai berita bahwa musuh telah melarikan diri. Ketika utusan Nabi Harits bin 'Umair Azdi yang sedang mengirmkan surat Nabi kepada Kaisar Heracleus, di kota Mu'tah dibunuh oleh Syurahbil Ghassani seorang gubernur dari Kaisar Heracleus. Kemudian Nabi mengangkat Zaid bin Haritsa sebagai komandan perang dengan 3000 tentara muslimin untuk menyerang Syurahbil. Ketika Syurahbil mendengar berita ini, ia menyiapkan 100000 prajurit untuk menghadapi pasukan muslimin. Dalam pertempuran ini Syurahbil dapat dibunuh, dari pihak kaum muslimin Zaid bin Harits gugur, kemudian komando dipegang oleh Ja'far bin Abi Thalib, namun Ja'far juga terbunuh, lalu komando dipegang oleh 'Abdullah bin Rawahah, juga beliau terbunuh. Kemudian Khalid bin Walid menjadi komandan perang. Tentara Romawi ini tidak mau maju perang, kemudian Khalid mengatur siasat dan rencananya, menarik pasukan muslimin kembali ke Madinah. Rasulullah menghibur mereka dengan ucapan "Tidak melarikan diri, tetapi bila diperkenankan Allah, pergi kesana sekali lagi". Nabi mengutus 'Amr bin al-'Ash dengan 300 tentara muslimin pergi ke Dzatus-Salasil untuk membubarkan Bani Qudha'ah yang sedang membangun kekuatan untuk menyerang Madinah. Tugas ini ternyata tidak mendapat perlawan dari pihak musuh, karena pihak musuh sudah melarikan diri. Pada bulan Ramadhan 8 H, Rasulullah dengan diiringi 10000 kaum muslimin berangkat menuju Mekah, ketika Rasulullah berkemah di Marr-uz-Zahran, pemimpin Quraish Abu Sufyan pergi ke atas bukit namun dapat dikenali oleh kaum muslimin, kemudian Abu Sufyan ditangkap dan dihadapkan kedepan Rasulullah, kemudian Rasulullah bertanya: "Hai Abu Sufyan! Masihkah engkau memandang ada kekuatan (tuhan) lain selain Allah Yang Maha Kuasa ?". Abu Sufyan menjawab:"Bila ada tentu, tentu ia akan melayani kita". Rasulullah lalu berkata:"Seluruh kesalahanmu kini telah dimaafkan, Abu Sufyan! Dan siapa saja yang memasuki rumahmu tentu akan selamat". Akhirnya Abu Sufyan kembali ke Mekah dan memberitahukan kepada kaum Quraish bahwa kekuatan kaum muslimin adalah sangat besar dan sia-sialah bila hendak melawan pasukan kaum muslimin yang besar itu. Terakhir Abu Sufyan masuk Islam.Kota Mekah jatuh ke tangan Rasulullah dan kaum muslimin. Rasulullah terus masuk Ka'bah dan membersihkan berhala-berhala yang ada sambil mengulang-ulang bacaan ayat "Katakanlah, telah datang kebenaran dan lenyaplah kebathilan..."(Al-Isra, 81). Setelah Mekah jatuh, kemudian jatuh Hunain tempat kedudukan suku Hawazin dan Bani Tsaqif.
Tahun kesembilan hijrah, dengan keberhasilan Rasulullah menaklukan Mekah dan daerah-daerah arab lainnya, kaum Romawi dibawah Kaisar Heracleus berusaha membentuk angkatan perang Romawi yang besar untuk mencegah kemajuan kaum muslimin. Rasululllah dengan 30000 tentara kaum muslimin dan 10000 ekor kuda pada bulan rajab 9 H siap untuk menghadapi pasukan Romawi Heracleus. Setelah berjalan selama kira-kira dua minggu, pasukan muslimin berkemah di satu tempat yang bernama Tabuk, antara Madinah dan Damaskus. Disini Rasulullah ingin mendengar apa yang akan dilancarkan pihak Romawi. Ternyata pasukan Romawi mundur kembali kebatas negerinya tidak berani berhadapan dengan pasukan muslimin. Pasukan Muslimin kembali ke Madinah. Expedisi ke Tabuk ini ternyata memberikan effek yang besar kepada seluruh suku Arab tentang kekuatan fisik dan kekuatan keimanan tentara muslimin, maka datanglah perutusan dari segenap penjuru Arabia datang ke Madinah untuk memeluk Islam dan akhirnya Islam dinyatakan sebagai Agama bagi seluruh Arabia.
Tahun kesepuluh hijrah, Pada tanggal 26 Dzul Qa'dah tahun ke 10 H, Rasulullah meninggalkan Madinah beserta para sahabanya untuk melaksanakan haji. Pada tanggal 5 Dzul Hijjah Rasulullah sampai di Mekah. Kemudian melakukanshalat sunat dua rakaat, ia mendaki Bukit Shafa dan sambil melihat Ka'bah, beliau berkata:"Tidak ada yang patut disembah kecuali Allah. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Kerajaan-Nya sungguh besar, Dia-lah Yang Menghidupkan dan Yang membinasakan, Dia Maha Kuasa, Tak ada Tuhan selain Allah. Dia Maha Tinggi. Dia penuhi janji-Nya, ia tolong hamba-Nya dan ia hancurkan golongan orang-orang yang memecah belah". Kemudian beliau melakukan Sa'i (jalan kaki 7 kali) antara bukit Shafa dan Marwa. Kemudian mencukur rambut kepala-kepala kaum muslimin. Rasulullah tinggal di Mekah sampai tanggal 8 Dzul Hijjah. Tanggal 8 Dzul Hijjah menuju Mina dan melewatkan malam disana. Dari mina ke 'Arafah, pagi hari tanggal 9 Dzul Hijjah. Di arafah Rasulullah menyampaikan hutbah yang bersejarah. Setelah itu turunlah ayat "...Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam itu menjadi agama bagimu..."(Al-Maidah, 3). Rasulullah meminta bilal untuk adzan, kemudian melaksanakan shalat zhuhur dijamak dengan ashar secara berjamaah. Selepas shalat terus pergi ke Mina dan Muzdalifah. Di Muzdalifah beliau melaksanakan shalat maghrib di jamak dengan 'isya secara berjamaah. Pagi hari tanggal 10 Dzul Hijjah, selepas melaksanakan shalat subuh beliau menuju Mina. Sampai di Mina beliau melempar jumrah lalu memotong hewan korban. Setelah itu kembali ke Mekah melaksanakan Thawaf dan meminum air zam-zam. Seusai thawaf kembali lagi ke Mina dan tinggal disana sampai tanggal 12 Dzul Hijjah. Pada tanggal 13 Dzul Hijjah pergi kelembah Muhsab dan istirahat sementara waktu, kembali lagi ke Mekah, melaksanakan thawaf terakhir. Pada tanggal 14 Dzul Hijjah beliau pulang ke madinah.
Pada tahun kesebelas hijrah, pada hari senin 12 rabi'ul awwal 11 H (8 juni 632 M) Kembalilah Rasulullah menghadap Allah Yang Mengutusnya. Jenazahnya dimakamkan esok harinya, hari selasa.Fadhal bin 'Abbas, 'Ali dan 'Usamah memandikan jenazah yang suci ini. Lalu dimakamkan di dalam rumah 'Aisyah tempat Rasulullah menghembuskan nafasnya yang terakhir. Dimana saat ini kamar tersebut dikenal sebagai "Raudhatan Nabawi", tempat pemakaman suci seorang Nabi dan Rasul Yang terakhir*.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
16:05 Posted in Syiar Agama | Permalink | Comments (0) | Email this
Akidah dalam Islam
Tanya Jawab Tentang Aqidah :
Jawab:Allah menciptakan kita untuk menyembahnya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.
Sebagaimana Firman-Nya :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَ اْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ الذاريات : 56
Artinya:Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku.(Adz Dzariyat : 56)
Dan sabda Rasulullah :
حَقُّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوْهُ وَلاَ يُشْرِكُوْا بِهِ شَيْئًا متفق عليه
Artinya : Hak Allah atas hambanya, agar supaya menyembahnya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun .(Muttafaqun ‘Alaih)
2 : Bagaimana caranya kita beribadah kepada Allah ?
Jawab : Kita beribadah kepada Allah sebagaimana yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya dengan disertai niat yang ikhlash karena Allah .
Sebagaimana Firman-Nya :
وَمَا أُمِرُوْا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ البينة : 5
Artinya : Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. ( Al Bayyinah : 5)
Dan sabda Rasulullah :
مَنْ عَِمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ ((أي مردود)) رواه مسلم
Artinya : barang siapa berbuat suatu amalan yang bukan atas perintah kami maka amalannya ditolak (HR Muslim)
3.Apakah kita menyembah Allah dengan khouf (takut ) dan thama’ (pengharapan)?
Jawab : Ya, Kita menyembah Allah dengan penuh rasa takut dan thama’(pengharapan).
Sebagaimana Firman-Nya :
وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا الأعراف 56
Artinya : Dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan ( akan dikabulkan ) ( Al ‘Araf : 56)
Dan sabda Rasulullah :
( أَسْأَلُ الله َالْجَنَّةَ وَأَعُوْذُ بِهِ مِنَ النَّارِ) صحيح رواه : أبو داود .
Artinya : Saya meminta kepada Allah (agar dimasukkan surga ) dan saya berlindung kepada Allah dari neraka. (Hadits Shahih Riwayat Abu Dawud)
4.Apa yang dimaksud dengan ihsan di dalam ibadah ?
Jawab : Merasa selalu diawasi Allah saja Yang selalu melihat kita.
Sebagaimana Firman-Nya :
إِنَّ الله َكاَن َعَلَيْكُمْ رَقِيْبًا النساء 1
Artinya : Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu ( An Nisa : 1)
Dan sabda Rasulullah :
اَلإِحْسَانُ أَنْ تَعْبُدَ الله َكَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ {رواه مسلم }
Artinya : Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, dan bila engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihat engkau. (HR Muslim)
5.Kenapa Allah mengutus para Rasul ?
Jawab : Supaya mengajak umat untuk beribadah kepada Allah saja dan tidak menjadikan sekutu baginya.
Sebagaimana Firman-Nya :
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ أُمَّةِ رَسُوْلاً أَنِ اعْبُدُوا الله َوَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَ النحل 36
Artinya : Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada setiap umat untuk menyerukan :,” Sembahlah Allah saja dan jauhi Thaghut itu,” (An Nahl : 36)
Dan sabda Rasulullah :
وَ الأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ وَدِيْنُهُمْ وَاحِدٌ - أي كُلُّ الرُّسُلِ دَعَوْا إِلىَ التَّوْحِيْدِ - متفق عليه
Artinya : Dan para Nabi itu adalah bersaudara, dan agama mereka itu adalah satu (Yaitu setiap Rasul menyeru kepada tauhid) (Muttafaq ‘Alaih)
6.Apa yang dimaksud dengan Tauhid Uluhiyyah ?
Jawab : Mengesakan Allah dalam hal semua ibadah, seperti doa, nadzar, hukum, dan ibadah lainnya.
Sebagaimana Firman-Nya :
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ محمد 19
Artinya : Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan yang hak melainkan Allah. (Muhammad : 19)
Dan sabda Rasulullah :
فَلْيَكُنْ أَوَّلَ تَدْعُوْهُمْ إِلَيْهِ شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ { أي إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا الله َ} متفق عليه
Artinya: Maka hendaklah hal yang paling pertama engkau menyeru mereka kepadanya adalah (mengucapkan) syahadat bahwa tidak ada ilah yang hak melainkan Allah. (yaitu mereka mengesakan Allah) (Muttafaq ‘Alaih)
7.Apa makna laa Ilaha Illallah ?
jawab : Tidak ada yang berhak diibadati kecuali Allah .
Sebagaimana Firman-Nya :
ذَلِكَ بِأَنَّ الله َهُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْ عُوْنَ مِنْ دُوْنِهِ الْبَاطِلُ لقمان 30
Artinya : Demikianlah karena sesungguhnya Allah dialah Yang haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah itulah yang bathil. (Luqman : 30)
Dan sabda Rasulullah :
مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُوَ كَفَرَ بِمَا يُعْبَدُ مِنْ دُوْنِ الله ِحَرُمَ مَالُهُ وَدَمُهُ رواه مسلم
Artinya : Barangsiapa yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dan kafir terhadap apa yang disembah selain Allah maka harta dan darahnya adalah haram. (HR Muslim)
8. Apa yang dimaksud dengan tauhid yang berkenaan dengan Sifat-sifat Allah ?
jawab : Menetapkan semua sifat yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya bagi Dzat-Nya.
Sebagaimana firman-Nya :
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ الشورى 11
Artinya : Tidak ada sesuatu apapun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.( Asy Syura : 11)
Dan sabda Rasulullah :
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِيْ كُلِّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا - نُزُوْلاً يَلِيْقُ بِجَلاَلِهِ - متفق عليه
Artinya : Rabb kita tabaaraka wa ta’alaa turun kelangit terdekat setiap malam - turun yang sesuai dengan kebesaran-Nya-. (Muttafaq ‘Alaih)
9. Apa faidah tauhid bagi seorang muslim ?
Jawab : Agar mendapatkan petunjuk (hidayah) di dunia ini dan mendapatkan keamanan dari adzab di akhirat kelak.
Sebagaimana firman-Nya :
اَلَّذِيْنَ آمَنُوْا وَلَمْ يَلْبِسُوْا إِيْمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ اْلأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُوْنَ الأنعام 82
Artinya :0rang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukan iman mereka dengan kedzaliman (syirik) mereka itulah orang-orang yang mendapatkan keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk (Al An’am : 82)
Dan sabda Rasulullah :
حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى الله ِأَنْ لاَ يُعَذِّبَ مَنْ لاَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا متفق عليه
Artinya :Hak hamba atas Allah adalah Allah tidak akan menyiksa orang yang tidak menyekutukan sesuatu apapun dengan-Nya. (Muttafaq ‘Alaih)
10. Ada di manakah Allah ?
Jawab : Allah di atas langit di atas ‘Arasy.
Sebagaimana Firman-Nya :
الرَّحْمَنُ عَلىَ الْعَرْشِ اسْتَوَى طه : 5
Artinya :Yaitu Tuhan Yang Maha Pemurah yang bersemayam di atas ‘Arasy.(Thaha : 5)
Dan sabda Rasulullah :
إِنَّ اللهَ كَتَبَ كِتَابًا فَهُوَ مَكْتُوْبٌ عِنْدَهُ فَوْقَ الْعَرْشِ رواه البخاري
Artinya : Sesungguhnya Allah telah menulis tulisan, dan ia itu termaktub di sisi-Nya di atas ‘Arasy.(HR Al Bukhari)
11. Apakah Allah menyertai kita dengan Zat-Nya atau dengan Ilmu-Nya ?
Jawab : Allah menyertai kita dengan Ilmu-Nya, Dia selalu mendengar dan melihat kita.
Sebagaimana Firman-Nya :
قَالَ لاَ تَخَافَا إِنَّنِيْ مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَ أَرَى طه :46
Artinya : Allah berfirman,” Janganlah kamu berdua khawatir, Sesungguhnya Aku beserta kalian berdua, Aku mendengar dan melihat.(Thaha : 46)
Dan sabda Rasulullah :
إِنَّكُمْ تَدْعُوْنَ سَمِيْعًا قَرِيْبًا وَهُوَ مَعَكُمْ { أَيْ بِعِلْمِهِ يَسْمَعُكُمْ وَ يَرَاكُمْ } رواه مسلم
Artinya : Sesungguhnya kalian berdoa kepada Yang Maha Mendengar lagi Maha Dekat, dan Dia itu bersama kalian –yaitu dengan Ilmu-Nya Dia mendengar dan melihat kalian-. (HR Muslim)
12. Apakah dosa yang paling besar ?
Jawab : Dosa yang paling besar adalah syirik Akbar ?
Sebagaimana Firman-Nya :
يَا بُنَيَّ لاَ تُشْرِكْ بِاللهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ لقمان : 13
Artinya : Wahai anakku janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah itu adalah kedzaliman yang paling besar.( Luqman : 13)
Dan sabda Rasulullah :
سُئِلَ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ ؟ قَالَ : أَنْ تَجْعَلََ ِللهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ رواه البخاري
Artinya: (Rasulullah) ditanya,” Dosa apa yang paling besar ? Beliau menjawab : Engkau menjadikan sekutu bagi padahal Dialah yang telah menciptakanmu.( HR Al Bukhari)
13. Apakah Syirik akbar itu ?
Jawab: memalingkan ibadah kepada selain Allah , seperti doa.
Sebagaimana Firman-Nya :
قُلْ إِنَّمَا أَدْعُوْ رَبِّيْ وَلاَ أُشْرِكُ بِهِ أَحَدًا الجن : 20
Artinya: Katakanlah,” Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya. (Al Jinn : 20)
Dan sabda Rasulullah :
أَكْبَرُ الْكَبَائِرِ اَلإِشْرَاكُ بِاللهِ رواه البخاري
Artinya: Dosa besar yang paling besar adalah menyekutukan Allah. (HR Al Bukhari)
.
14. Apakah perbuatan syirik itu ada di kalangan kaum muslimin ?
Jawab: Ya, ada bahkan banyak sekali, sungguh sangat memprihatinkan.
Sebagaimana Firman-Nya :
وَ مَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللهِ إِلاَّ وَهُمْ مُشْرِكُوْنَ يوسف : 106
Artinya: Dan kebanyakan mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan mereka mempersekutukan-Nya.( Yusuf : 106)
Dan sabda Rasulullah :
لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِيْ بِالْمُشْرِكِيْنَ وَ حَتَّى تَعْبُدَ الأَوْثَانَ صحيح رواه الترمذي
Artinya: Kiamat tidak akan terjadi sehingga beberapa kabilah dari umatku mengikuti orang-orang musyrik dan sehingga mereka menyembah berhala. (Hadits Shahih riwayat At Tirmidzi)
15. Apakah hukum menyeru (memohon) kepada selain Allah , wali umpamanya ?
Jawab : Menyeru kepada mereka adalah syirik Akbar yang menyebabkan pelakunya masuk neraka.
Sebagaimana Firman-Nya :
فَلاَ تَدْعُ مَعَ اللهِ إِلَهًا آخَرَ فَتَكُوْنَ مِنَ الْمُعَذَّبِيْنَ الشعراء 231
Artinya: Maka janganlah kamu menyeru (menyembah)tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diazab. (Asy Syu’ara :231)
Dan sabda Rasulullah :
مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَدْعُوْ مِنْ دُوْنِ اللهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ رواه البخاري
Artinya: Barangsiapa mati sedang dia menyeru sesuatu selain Allah, maka ia masuk neraka.( HR Al Bukhari)
16. Apakah berdoa kepada Allah itu termasuk ibadah kepada-Nya ?
jawab : Ya, berdoa kepada Allah itu termasuk ibadah kepada-Nya.
Sebagaimana Firman-Nya :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْ أَسْتَجِبْ لَكُمْ المؤمن 60
Artinya: Dan Tuhan-mu telah berfirman,” Berdoalah kamu niscayaAku kabulkan bagimu. (Al Mu’min :60)
Dan sabda Rasulullah :
اَلدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ رواه الترمذي وقال حديث صحيح
Artinya: Doa itu adalah ibadah. (HR At Tirmidzi beliau berkata : Hadits Shahih)
17. Apakah orang yang sudah meninggal dunia bisa mendengar doa (permohonan kepada mereka) ?
Jawab : Orang yang sudah meninggal dunia tidak bisa mendengar doa.
Sebagaimana Firman-Nya :
إِنَّكَ لاَ تُسْمِعُ الْمَوْتَى النمل 80
Artinya: Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar.( An Naml : 80)
Dan sabda Rasulullah :
إِنَّ ِللهِ مَلاَئِكَةً سَيَّاحِيْنَ فِي اْلأَرْضِ يُبَلِّغُوْنِيْ عَنْ أُمَّتِي السَّلاَمَ صحيح رواه أحمد
Artinya: Sesungguhnya Allah memiliki para malaikat yang selalu bertebaran di muka bumi ini, mereka menyampaikan kepadaku salam dari umatku. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad)
18. Apakah kita boleh meminta tolong/bantuan (istighatsah) kepada orang yang sudah mati atau kepada orang yang tidak ada hadir ditempat (ghaib) ?
Jawab : Tidak boleh engkau meminta pertolongan kepada mereka, namun mintalah pertolongan hanya kepada Allah.
Sebagaimana Firman-Nya :
إِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ الأنفال 9
Artinya: Ingatlah, ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhan-mu, lalu Dia memperkenankannya bagimu. (Al Anfal : 9)
Dan sabda Rasulullah :
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ حسن رواه الترمذي
Artinya: Wahai Tuhan Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri, dengan rahmatmu saya meminta pertolongan keselamatan. (Hadits Hasan Riwayat At Tirmidzi)
19 : Apakah boleh meminta pertolongan kepada selain Allah ?
jawab : Tidak boleh meminta pertolongan kepada selain Allah .
Sebagaimana firman Allah :
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنَ الفاتحة : 5
Artinya: “Hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan hanya kepada-Mu lah kami minta pertolongan”. (Al Fatihah : 5 )
Dan Sabda Rasulullah :
إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِالِله رواه الترمذي وقال حسن صحيح
Artinya: Apabila engkau meminta maka mintalah kepada Allah dan apabilaengkau meminta pertolongan maka mintalah kepada Allah. (HR At Tirmidzi).
20 : Bolehkah kita meminta pertolongan kepada orang yang masih hidup lagi hadir ?
Jawab : Ya, boleh dalam hal yang mampu mereka lakukan .
Sebagaimana firman Allah :
وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى المائدة :2
Artinya: Dan bertolong-tolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan taqwa.(Al Ma’idah :2)
Dan Sabda Rasulullah :
وَاللهُ فِيْ عَوْنِ الْعَبْدِ مَادَامَ الْعَبْدُ فِيْ عَوْنِ أَخِيْهِ رواه مسلم
Artinya: “Dan Allah akan memberi pertolongan kepada hamba (seseorang) apabila orang itu selalu memberi pertolongan kepada saudaranya. (HR. muslim).
21 : Bolehkah kita bernadzar kepada selain Allah ?
Jawab : Tidak boleh bernazar kecuali kepada Allah semata.
Sebagaimana firman Allah :
رَبِّ إِنِّيْ نَذَرْتُ لَكَ مَا فِيْ بَطْنِيْ مُحَرَّرًا ال عمران : 35
Artinya: Wahai tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang sholeh da berhikmat.(Ali Imran: 35)
Dan Sabda Rasulullah :
مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيْعَ الله َفَلْيُطِعْهُ وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَهِ فَلاَ يَعْصِهِ رواه البخاري
Artinya:Barang siapa bernazar akan ta’at kepada Allah maka ta’atilah Dia,dan barang siapa bernazar untuk bermaksiat kepada Allah maka janganlah berbuat maksiat kepada-Nya. (HR Bukhari).
22 : Apakah kita boleh menyembelih hewan untuk selain Allah ?
Jawab : Tidak boleh menyembelih hewan kecuali karena Allah.
Sebagaimana firman Allah :
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ الكوثر : 2
Artinya: “Maka dirikanlah shalat karna tuhanmu dan berkorbanlah”. (Al Kautsar : 2)
Dan Sabda Rasulullah :
لَعَنَ الله َمَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ رواه مسلم
Artinya: Allah mela’nat orang yang menyembelih kerna selain Allah. (HR. Muslim).
23 : Bolehkah thawaf di kuburan ?
Jawab : Tidak boleh, Thawaf hanya boleh dilakukan di ka’bah.
Sebagaimana firman Allah :
وَلْيَطَّوَّفُوْا بِالْبَيْتِ الْعَتِيْقِ الحج : 29
Artinya: “Dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu. (baitullah). (Al Hajj : 29)
Dan Sabda Rasulullah :
مَنْ طَافَ بِالْبَيْتِ سَبْعًا وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَ كَعِتْقِ رَقَبَةٍ صحيح رواه ابن ماجه
Artinya: Barang siapa thawaf di baitullah (ka’bah) dan shalat dua raka’at maka (pahalanya) seperti pahala memerdekakan hambasahaya.HR. ibnu maajah.
24 : Apakah kita boleh shalat sedangkan kuburan ada didepan kita ?
Jawab : Tidak boleh, kita tidak boleh shalat menghadap kuburan.
Sebagaimana firman Allah :
فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ( أي اسْتِقْبَالَ الْقِبْلَةِ ) البقرة : 144
Artinya: Palingkanlah mukama ke arah masjidilharam (menghadap ke kiblat) (Al Baqarah : 144).
Dan Sabda Rasulallah :
لاَ تَجْلِسُوْا عَلَى الْقُبُوْرِ وَلاَ تُصَلُّوا إِلَيْهَا رواه مسلم
Artinya: Jangan kamu Duduk di atas kuburan dan jangan Shalat menghadap kepadanyanya. (HR. Muslim)
25 : Bagaimana hukum praktek sihir ?
Jawab : Praktek sihir adalah kafir .
Sebagaimana firman Allah :
وَلَكِنَّ الشَّيَاطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ البقرة : 102
Artinya: Akan tetapi syaitan itulah yang kafir mereka mengajarkan sihir kepada manusia. (Al Baqarah : 102).
Dan Sabda Rasulullah :
اجْتَنِبُوْا السَبْعَ الْمُوبِقَاتِ الشِّرْكُ بِاللهِ , وَالسِّحْرُ رواه مسلم
Artinya: Hindarilah tujuh hal yang membinasakan yaitu : memperekutukan Allah, dan sihir… (HR. Muslim)
26 : Apakah kita boleh meyakini dan membenarkan peramal dan dukun (tukang tenung dan paranormal) ?
Jawab :Tidak boleh kita mempercayai dan membenarkan mereka tentang masalah ghaib.
Sebangaimana firman Allah :
قُلْ لاَ يَعْلَمُ مَنْ فِيْ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ الْغَيْبَ إِلاَّ اللهُ النمل : 65
Artinya: Katakanlah : Tidak ada seorang pun yang ada dilagit dan di bumi mengetahui yang ghaib selain Allah. ( An Naml : 65)
Dan Sabda Rasulullah :
مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَقَهُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ . رواه أحمد.
Artinya: Barang siapa mendatangi peramal atau dukun dan membenarkan apa yang dikatakannya sungguh telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad .(HR Ahmad)
27 : Apakah ada orang yang mengetahui hal-hal yang ghaib ?
Jawab : Tidak seorang pun yang mengetahui hal-hal yang ghaib kecuali Allah.
Sebagaimana firman Allah :
وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لاَ يَعْلَمُهَا إِلاَّ هُوَ الأنعام 59
Artinya:Dan di sisi Allah lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali dia. (Al an’am : 59) .
Sabda Rasulullah :
لاَ يَعْلَمُ الْغَيْبَ إِلاَّ الله ُ. حسن رواه الطبراني
Artinya: tidak ada yang mengetahui hal yang ghaib kecuali Allah. (Hadits hasan riwayat Thabrani).
28 : Apakah hukumnya berhukum dengan undang-undang yang bertentangan dengan islam ?
Jawab : Berhukum dengan undang-undang yang bertentangan dengan islam adalah kufur, apabila (orang itu) membolehkannya.
Sebagaimana firman Allah :
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ الله ُفَأَولَئِكَ هُمُ الكَافِرُوْنَ المائدة 44
Artinya:Barang siapa tidak berhukum denga apa yang di turunkan Allah maka mereka adalah orang-orang kafir. Al Maa-idah : 44.
Dan Sabda Rasulullah :
وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللهِ وَيَتَخَيَّرُوْا مِمَّا أَنْزَلَ اللهُ إِلاَّ جَعَلَ اللهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ حديث حسن رواه ابن ماجه
Artinya:Dan selagi pemimpin mereka tidak memutuskan perkara dangan kitab suci Al qur’an dan mereka memilih-milih hukum yang di turunkan Allah , noscaya Allah akan menjadikan kehancuran mereka pada diri mereka . (Hadits hasan riwayat Ibnu Maajah).
29 : Apakah bahayanya syirik akbar ?
Jawab: Syirik akbar itu menyebabkan kita kekal di dalam neraka .
Sebagaimana firman Allah :
إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ المائدة 72
Artinya:Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah . maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga , dan tempatnya ialah neraka. (Al maa-idah : 72)
Sabda Rasulullah :
مَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ رواه مسلم
Artinya: Barang siapa yang meninggal sedangkan dia mensyerikatkan Allah dengan sesuatu maka ia akan masuk neraka . (HR. muslim).
30 :Apakah (amal shaleh) bermanfaat jika disertai dengan syirik ?
Jawab : Tidak . (amal shaleh) tidak bermanfaat jika disertai dengan syirik.
Sebagaimana firman Allah :
وَلَوْ أَ شْرَكُوْا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوْا يَعْمَلَوْنَ الأنعام : 88
Artinya: Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. ( Al an’am : 88).
Dan Sabda Rasulullah :
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ مَعِيْ فِيْهِ غَيْرِيْ تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ حديث قدسي رواه مسلم
Artinya: Barang siapa Yang telah mensyirikkan-Ku dalam beramal kepada-Ku, maka Aku tinggalkan dia bersama kesyirikannya itu. (HR. Muslim).
31: Bolehkah kita bersumpah dengan selain Allah ?
Jawab : Tidak, kita tidak boleh bersumpah dengan selain Allah.
Sebagaimana firman Allah :
قُلْ بَلَى وَرَبِّيْ لَتُبْعَثُنَّ التغابن : 7
Artinya:Katakanlah:” Tidak demikian, Demi Tuhanku, benar-benar kamu akan di bangkitkan. ( At Taghaabun : 7)
Dan Sabda Rasulullah :
مَنْ حَلَفَ بِغَْيِر اللهِ فَقَدْ أَشْرَكَ رواه أحمد
Artinya: Barang siapa bersumpah dengan selain Allah maka dia telah berbuat kesyirikan. (HR Ahmad.)
32: Bolehkah kita memakai Azimat (dan semisalnya) untuk menyembuhkan ?
Jawab: Tidak, kita tidak boleh memakai Azimat (dan semisalnya) untuk menyembuhkan, karena itu termasuk perbuatan syirik
Sebagaimana firman Allah :
وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللهُ بِضُرٍّ فَلاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَ هُوَ. الأنعام 17
Artinya: Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kapadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. (Al an’am : 17)
Dan Sabda Rasulullah :
مَنْ عَلَّقَ تَمِيْمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ رواه أحمد
Artinya: Barang siapa yang memakai Azimat maka dia telah berbuat syiri. (HR. Ahmad).
33: Dengan apa kita bertawassul kepada Allah ?
Jawab : Kita bertawassul kepada Allah dengan nama-nama-Nya , sifat-sifat-Nya, dan amal shaleh (yang kita lakukan. Pent)
Sebagaimana firman Allah :
وَلِلَّهِ أَسْمَاءُ الْحُسْنَ فَادْعُوْهُ بِهَا الأعراب 180
Artinya: Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asma-ul husna itu. (Al A’raaf : 180)
Dan Sabda Rasulullah :
أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ رواه أحمد
Artinya: Aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama-Mu yang engkau jadikan nama bagi-Mu. ( HR. Ahmad).
34 : Apakah (dalam berdo’a) butuh perantaraan makhluk ?
Jawab : Tidak, dalam berdo’a tidak butuh perantaraan makhluk.
Sebagaimana firman Allah :
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَإِنِّيْ قَرِيْبٌ أَجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِيْ البقرة 186
Artinya: Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka( jawablah), Bahwaanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orangh yang berdo’a apabila memohon kepada-Ku. (Al baqarah : 186).
Dan Sabda Rasullullah :
إِنَّكُمْ تَدْعُوْنَ سَمِيْعًا قَرِيْبًا وَهُوَ مَعَكُمْ ((بِعِلْمِهِ يَسْمَعَكُمْ وَيَرَاكُمْ)) رواه مسلم
Artinya: Sesungguhnya kalian berdo’a memohon kepada tuhan yang maha mendegar lagi maha dekat dan Dia menyertai kalian.((dengan ilmu-Nya mendengar dan melihat kalian)).( HR. Muslim).
35 : Apa perantaraan yang dilakukan Rasul ?
Jawab : perantaraan yang dilakukan Rasul adalah tabliqh (menyampaikan wahyu kepada manusia).
Sebagaimana firman Allah :
يَا أَيُّهَا الرَّسُوْلُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ المائدة 67
Artinya: Hai Rasul sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari tuhanmu. (Al maaidah : 67).
Dan Sabda Rasulullah :
اَللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ اَللَّهُمَّ اشْهَدْ ((جوابا لقول الصحابة"نشهد أنك قد بلغت")) رواه مسلم
Artinya: Ya Allah bukankah saya telah menyampaikan? , ya Allah aksikan lah .((Ini merupakan jawaban dari perkataan sahabat “kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan”)) (HR. Muslim).
36 : Dari siapa kita meminta syafaat Rasulullah ?
Jawab : Kita meminta syafaat Rasulullah dari Allah .
Sebagaimana firman Allah :
قُلْ ِللهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيْعًا الزمر 44
Artinya: Katakanlah :“hanya kepunyaan Allah Syafaat itu semuanya. (Az Zumar: 44)
Dan Sabda Rasulullah :
اَللَّهُمَّ شَفِّعْهُ فِيَّ ((أي شَفِّعْ الرسول صلى الله عليه وسلم فِيَّ)) رواه الترمذي
Artinya: Ya Allah izinkanlah Rasulullah memberi syafaat kepada ku. (HR. Tirmizdi).
37 : Bagaimana kita mencintai Allah dan Rasul-Nya ?
Jawab : Kita mencintainya dengan menta’ati keduanya dan melaksanakan perintah keduanya .
Sebagaimana firman Allah :
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللهُ ال عمران 31
Artinya: Katakan:” jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi. (Ali ‘imran : 31)
Dan Sabda Rasulullah :
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ رواه البخاري
Artinya: Tidaklah beriman salah seorang diantara kamu sehingga saya lebih mereka cintai dari pada orang tua nya, anaknya, dan manusia seluruhnya. (HR. Bukhari).
38 : Bolehkah kita berlebihan dalam menyanjung Rasulullah ?
Jawab : Tidak, kita tidak dibolehkah berlebihan dalam menyanjung Rasulullah
Sebagaimana firman Allah :
قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوْحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ الكهف 110
Artinya: Katakanlah:”Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku : “bahwa sesungguhnya tuhan kamu itu adalah tuhan yang Esa”. Al kahfi : 110.
Dan Sabda Rasulullah :
إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ ((خصني الله بالوحي)) رواه أحمد صححه الألباني.
Artinya: :”Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kalian. ((hanya sanya Allah menurunkan wahyu kapadaku)) (HR.Ahmad disahihkan Al Albani)
39 : Makhluk Apakah yang pertama kali di ciptakan Allah ?
Jawab : mahluk yang pertama kali di ciptakan Allah dari golongan manusia adalah Adam , dan dari sekalian makhluk adalah qalam (pena).
Sebagaimana firman Allah :
إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّيْ خَالِقٌ بَشَرً مِنْ طِيْنٍ ص 71
Artinya: (ingatlah) ketika tuhanmu berfirman kepada malaikat: “sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Shad : 71.
Dan Sabda Rasulullah :
إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللهُ الْقَلَمَ رواه أبو داود و الترمذي
Artinya: Sesungguhnya yang pertama kali diciptakan Allah adalah Alqalam(pena). (HR. Abu Daud dan Tirmizdi).
40 : Apakah penciptaan Muhammad dari cahaya, atau dari nutfah(sperma) ?
Jawab: penciptaan Muhammad dari nutfah(sperma seperti manusia biasa. pent ).
Sebagaimana firman Allah :
هُوَ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ غافر 67
Artinya: Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes air mani. (Al ghafir (al mu’min) : 67).
Dan Sabda Rasulullah :
إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نُطْفَةً ... متفق عليه
Artinya: Sesungguhnya setiap orang kamu diproses penciptaannya didalam perut ibunya selama empat puluh hari sebagai nuthfah (sperma) . (Muttafaq ‘alaihi)
41 : Apakah hukum jihad fisabilillah ?
Jawab : Jihad hukumnya wajib, dengan harta, jiwa dan lisan.
Sebagaimana firman Allah :
اِنْفِرُوْا خِفَافًا وَثِقَالاً وَجَاهِدُوْا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ التوبة 41
Artinya: Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan ataupun berat dan berjihadlah dengan harta dan dirimu. At Taubah : 41.
Dan Sabda Rasulullah :
جَاهِدُوْا الْمُشْرِكِيْنَ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَأَلْسِنَتِكُمْ رواه أبوداود
Artinya: peragalah orang-orang musyrikin itu dengan hartamu, jiwamu, dan lidahmu (HR. Abu Daud)
42 : Apa yang dimaksud wala’(loyal) kepada Orang mukmin ?
Jawab : Yaitu mencintai, membela, serta menolong mereka yang beriman lagi bertauhid.
Sebagaimana firman Allah :
وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ التوبة 71
Artinya: Dan orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. (At Taubah : 71).
Dan Sabda Rasulullah :
اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُمْ بَعْضًا رواه مسلم
Artinya: Seorang mukmin terhadap mukmin yang lainnya bagaikan bangunan satu sama lainnya saling menguatkan. (HR. Muslim)
43 : Bolehkah berwala’ (berloyal) kepada orang kafir dan membela mereka ?
Jawab : Tidak, tidak boleh berwala’ (berloyal) kepada orang kafir dan tidak pula membela mereka.
Sebagaimana firman Allah :
وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ المائدة 51
Artinya: Barang siapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. (Al maaidah : 51).
Dan Sabda Rasulullah :
إِنَّ اَلَ بَنِيْ فُلاَنٍ لَيْسَ وَالِي بِأَوْلِيَاءٍ متفق عليه
Artinya: Sesungguhnya bani (marga) si pulan itu bukanlah para waliku. (Mutafaqun ‘alaihi).
44 : Siapakah yang disebut wali itu ?
Jawab : Wali yaitu : Orang yang beriman kepada Allah lagi bertaqwa.
Sebagaimana firman Allah :
أَلاَ إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُوْنَ يونس 62
Artinya: Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kehawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. (Yunus : 62).
Dan Sabda Rasulullah :
إِنَّمَا وَلِيُ اللهِ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِيْنَ رواه متفق عليه
Artinya: Sesungguhnya wali Allah itu adalah oramg-orang yang sholeh dari orang-orang mukmin. (Muttafaq ‘Alaih).
45 : Dengan apa orang mukmin itu berhukum ?
Jawab : Seorang mukmin wajib berhukum dengan Alqur’an dan sunnah nabi .
Sebagaimana firman Allah :
وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَاأَنْزَلَ اللهُ المائدة 49
Artinya: Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah. Al maa-idah : 49.
Dan Sabda Rasulullah :
اللهُ هُوَ الْحَكَمُ وَإِلَيْهِ الْمَصِيْرُ رواه أحمد.
Artinya: Allah adalah hakim dan kepadanya tempat kita kembali. (HR. Ahmad).
46 : Untuk apa Alqur’an diturunkan Allah ?
Jawab : Alqur’an diturunkan Allah untuk beramal dengannya.
Sebagaimana firman Allah :
اِتَّبِعُوْا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ الأعراف 3
Artinya: ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari tuhanmu. (Al A’raf : 3(
Dan Sabda Rasulullah :
اِقْرَأُوْا الْقُرْآنَ وَ اعْمَلُوْا بِهِ وَلاَ تَأْكُلْ بِهِ وَلاَ تَسْتَكْثِرُوْا بِهِ رواه أحمد
Artinya: Bacalah Alqur’an, beramallah dengannya dan jangan (mencari) makan dan kekayaan dengannya. (HR. Ahmad).
47 : Apakah kita cukup beramal dengan Alqur’an saja, tanpa hadits nabi ?
Jawab : Tidak, kita tidak cukup beramal dengan Alqur’an saja, tanpa hadits nabi .
Sebagaimana firman Allah :
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبِيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ النحل 44
Artinya: Dan Kami turunkan kepada kamu Alqu’an agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang diturunkan kepada mereka. (An nahl :44 )
Dan Sabda Rasulullah :
أَلاَ وَإِنِّيْ أُوْتِيْتُ الْقُرْآنَ وَمِثْلَهُ مَعَهُ رواه أبوداود
Artinya: Ketahuilah, sesungguhnya aku diberi Alqur’an dan yang serupa dengannya(hadits) bersamaan dengan Alqur;an itu. (HR. Abu Daud).
48 : Bolehkah kita mendahulukan perkataan seseorang atas firman Allah dan Sabda Rulullah ?
Jawab : Tidak, kita tidak boleh mendahulukan perkataan seseorang atas firman Allah dan Sabda Rasulullah .
Sebagaimana firman Allah :
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَ تُقَدِّمُ بَيْنَ يَدَيِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاتَّقُوْا اللهَ إِنَّ اللهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ الحجرات 1
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha mengetuhui. (Al Hujurat : 1).
Dan Sabda Rasulullah :
لاَطَاعَةَ ِلأََحَدٍ فِيْ مَعْصِيَةِ اللهِ إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِيْ الْمَعرُوْفِ متفق عليه
Artinya: Tidak ada keta’an kepada siapapun untuk bermaksiat kepada Allah, hanya sanya keta’atan itu dalam hal yang ma’ruf. (Muttafaqun ‘alaihi).
49 : Apakah yang harus kita lakukan jika kita berbeda pendapat ?
Jawab : Jika kita berbeda pendapat kita kembali kepada Alqur’an dan As sunnah yang shahih.
Sebagaimana firman Allah :
فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيءءٍ فَرُدُّوْهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُوْلِ النساء 59
Artinya: jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalilah pada Allah (Alqur’an) dan Rasulnya (sunnahnya). An nisa’ : 59.
Dan Sabda Rasulullah :
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابُ اللهِ وَسُنَّةُ رَسُوْلِهِ رواه مالك
Artinya: Saya tinggalkan kepada kalian dua perkara, kalian tidak akan sesat selagi kalian berpegang teguh pada keduanya yaitu : Kitabullah dan Sunnah Rasulnya. HR. Malik. (shahih lighairihi) .
50: Adakah dalam agama ini bid’ah hasanah ?
Jawab : Tidak, dalam agama islam tidak ada yang disebut dengan bid’ah hasanah.
Sebagaimana firman Allah :
اَلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَأَتْمِمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمْ اْلإِسْلاَمَ دِيْنًا المائدة 3
Artinya: Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan untukmu nikmat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu . ( Al maa-idah: 3).
Dan Sabda Rasulullah :
إَيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمًوْرِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ رواه أبوداود
Artinya: Jauhilah oleh kamu perkara yang baru (dalam urusan agama) karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bid’ah dan setiap kebid’ahan itu adalah sesat. (HR. Abu Daud).
51 : Apakah yang dimaksud dengan bid’ah didalam agama itu ?
Jawab : Setiap urusan(ibadah) yang tidak ada dalilnya dari Al Qur’an ataupun sunnah.
Sebagaimana firman Allah :
أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوْا لَهُمْ مِنَ الدِّيْنِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللهُ . الشورى 21
Artinya: Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari’atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?. ( Asy syuura : 21).
Dan Sabda Rasulullah :
مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَا مَالَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ متفق عليه
Artinya: Barang siapa yang mengada-ada sesuatu dalam urusan(agama) kami ini, yang bukan dari ajarannya maka urusan itu ditolak. (Muttafaqun ‘alaihi).
52 : Adakah didalam Islam sunnah hasanah ?
Jawab : Ya, seperti seseorang yang melakukan perbuatan baik(yang tidak bertentangan dengan agama islam. Pent ) dihadapan orang banyak untuk dicontoh .
Sebagaimana firman Allah :
وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا الفرقان 74
Artinya: Dan jadikanlah kami imam bagi orang yang bertaqwa. (Al furqaan : 74).
Dan Sabda Rasulullah :
مَنْ سَنَّ فِيْ اْلإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ رواه مسلم
Artinya: Barang siapa yang memcontohkan suatu tradisi (sunnah) hasanah didalam islam maka dia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelah dia. ( HR Muslim).
53 : Apakah cukup bagi seseorang, memperbaiki dirinya saja ?
Jawab : Tidak, seorang muslim mesti dia memperbaiki dirinya dan juga orang lain (semampunya).
Sebagaimana firman Allah :
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُوْنَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ال عمران 104
Artinya: Dan hendaklah ada diantara kamu sogolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Ali ‘imran : 104.
Dan Sabda Rasulullah :
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَاِنِه فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ رواه مسلمَ
Artinya: Barang siapa yang melihat kemungkaran maka hedaklah ia merobahnya dengan tangannya, jika ia tidak sanggup maka robahlah dengan lidahnya dan jika ia tidak sanggup maka dangan hatinya yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman . HR. Muslim.
54 : kapan orang muslim akan memperoleh kemenangan ?
Jawab : Orang muslim akan memperoleh kemenangan jika mereka kembali kepada Alqur’an dan sunnah nabi mereka dan mengamalkannya.
Sebagaimana firman Allah :
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إِنْ تَنْصُرُوْا اللهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ محمد 7
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong(agama) Allah, niscaya dia akan menolongmu dan mengukuhkan kedudukanmu . Muhammad : 7.
Dan Sabda Rasulullah :
لاَتَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ مَنْصُوْرِيْنَ رواه ابن ماجه
Artinya: Akan selalu ada segolongan dari umatku yang mendapat pertolongan. (HR. Ibnu Majah).
Create bY
Website “Yayasan Al-Sofwa”
Jl. Raya Lenteng Agung Barat, No.35 Jagakarsa, Jakarta - Selatan (12610)
Telpon: (021)-788363-27 , Fax:(021)-788363-26
www.alsofwah.or.id ; E-mail: info@alsofwah.or.id
16:00 Posted in Syiar Agama | Permalink | Comments (1) | Email this
Little story on the Phabong Ulech Part 2
Edisi Terbitan Jun 2005
Rubrik Catatan kecil
Judul Tulisan Little story the Phabonk Ulech Part 2
Sifat Tulisan Cerita ringan
Tulisan Penunjang -
Foto Pendukung -
Jumlah karakter 5165 characters
Penulis Atharis Sultan Prayoe
Little story on the Phabonk Ulech Part 2
Manusia di abad modern ini semua kebutuhannya tersedia serba instant. Mulai dari makanan, minuman, pakaian, perumahan tak terkecuali dengan mainan anak-anak. Masih ingat ketika kecil saya membuat mobilan sendiri dari kayu dengan ban mobil nya terbuat dari sandal jepit yang di parut pake parutan kelapa. Bagai mana dengan anak anak sekarang ???!!! Mereka terjebak dengan kemanjaan technology. Teringat kira-kira 1 atau 2 tahun yang lalu, technology dari china membom bardir mobilan dari kayu tersebut ( Hancur bok…..!!!)
Demam mobilan dengan remote control melanda Indonesia, mulai dari Kota kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan kemudian melanda kota kota kecil hingga merambah ke kampoeng kampoeng. Permainan permainan hythec juga sekarang menjadi kegemaran anak-anak mulai dari Naintendo, Play Station, Game Boys sampai Game Computer yang sangat beragam permainan nya.
Tiada yang abadi di dunia ini, yang abadi adalah perubahan begitu kata kata bijak yang pernah aku dengar. Mulai dari Jaman kuda gigit besi sampai sekarang ini kuda sudah gigit roti perubahan yang terjadi begitu cepatnya tak terkecuali dengan dunia anak anak. Ada sesuatu yang hilang dari dunia anak, yaitu kebersamaan di saat mereka bermain bersama. Keakraban timbul secara alamiah ketika mereka saling berinteraksi dan bereaksi satu dengan yang lain nya.
Jiwa social dan humanism serta yang tak kalah penting nya adalah jiwa kesetia kawanan. Hal hal tersebut jarang kita temui pada anak anak modern sekarang ini. Technology memacu kemajuan tapi harus diiringi dengan mental dan iman yang kuat untuk men “drive” nya agar tidak salah jalan ( he he he kebanyakan dengerin Hemawan K, James kwui, jadi agak diplomatis nich ).
Main Cetoran dari Bambu
Teringat pada saat aku SD bermain perang perangan dengan menggunakan senjata “cetoran” yang mana aku dan teman teman dibagi menjadi dua regu yang memperebutkan benteng musuh. Cetoran adalah sebuah senjata mainan yang terbuat dari bambu ( Bahasa sono nya Bamboo ) yang ruas nya dipotong dan isi dalam nya dibersihkan sehingga membentuk rongga seperti laras senapan, panjang sisi ini adalah 30 sampai dengan 50 Cm. Sebagai alat pemicu atau pelatuk nya juga terbuat dari bamboo sepanjang 5 sampai 10 CM yang tengah nya dipasang stick yang terbuat dari bamboo juga yang panjangnya hamper sama ( sedikit lebih pendek ) dari laras bamboo.
Sebagai pelurunya dipakai putik jambu air atau buah kalo ngak salah namanya buah talek yang banyak terdapat dihutan hutan di Prabumulih. Cara pemakaian nya hampir sama dengan senapan jaman VOC (istilah prabumulih nya kecepek ato bahasa jawanya bedil) yang mana peluru nya dipadatkan dengan cara di pukul pukul pada laras cetoran.
Proses pembuatan mainan ini sangat mengasyikan, gimana ngak seru bamboo yang dipake untuk pembuatan cetoran harus dicari kehutan yang berada diseberang sungai kelekar. Dekat kebun nya Pak H. Hamit Keninjung ( Kalo ngak salah nama ) yang cukup luas didaerah Karang Raja. Kami harus menyeberangi sungai dengan berenang walaupun sungai yang kami seberangi bau kurang sedap yang disebabkan pencemaran dari limbah Pertamina ( kalo ngak salah pencemaran ini masih berlanjut sampe sekarang….. hik hik hik sedih yach lihat sungai kita tercemar……Gimana Pertamina tanggung jawab Donk….!!! Kembalikan sungai ku !!! )
Pencarian bambu ini tidak dilakukan sendiri tetapi beramai ramai dengan teman teman sambil bercengkrama dan bersenda gurau yang menambah keakraban diantara kami. Dengan tidak lupa membawa betetan telok kami masing masing untuk membidik burung ato buah buahan yang ada di kebun orang ( he he he kalo yang ini jangan ditiru yach !!!) hingga tak jarang selain pulang membawa bambu untuk membuat cetoran, kami juga membawa buah buahan, sambil menyelam minum air begitu bunyi nya !!!
Permainan perang perangan dengan menggunakan cetoran kami lengkapi Tubuh kami dengan rompi anti peluru. Anti peluru ???!!! Apaan sih………, Kami menyebut nya seperti itu karena dapat melindungi baju kami dari getah peluru yang ditembakan musuh, sehingga baju yang dipakai untuk perang perangan tidak kotor (kalo bajunya kotor habis maen bisa bisa ngak boleh maen lagi sama ortu ). Rompi anti peluru terbuat dari kantong asooy ato istilah lain nya kresek ( karena bunyi nya yang kreset kresek kalo di gesek sama orang yang hidung pesek he he he …, brengsek !!!).
Dalam menjalankan permainan ini kami juga punya Rule atau aturan main yang mendidik kami bersifat ksatria, tidak kenal menyerah, setia kawan dan kekompakan team ( istilah keren sekarang Team Work coy……). Satu yang perlu digaris bawahi dalam permainan ini, kami tidak pernah ribut atau berkelahi antara satu dengan yang lainnya karena kami menganggap It’s Only Game and friendship It’s every think for us, because we loved one each other ( he he he kayak bule aja, benar ngak Ingris nya yach !!!). Anda yang ingin mencoba……………………………………., to be continued
15:40 Posted in Athar Punya Cerita | Permalink | Comments (0) | Email this
Little story the Phabonk Ulech Part 1
Edisi Terbitan Jun 2005
Rubrik Catatan kecil
Judul Tulisan Little story the Phabonk Ulech Part 1
Sifat Tulisan Cerita ringan
Tulisan Penunjang -
Foto Pendukung -
Jumlah karakter 4468 characters
Penulis Atharis Sultan Prayoe
Little story on the Phabong Ulech
Cerita ini merupakan pengalaman pribadi saat masa kecil ku di Prabumulih. Aku merupakan anak tertua dari 4 Saudara, kami tinggal di DS Karang Raja III. Orang orang menyebut kampungku Karaga alias Karang Raja Tiga. Orang tuaku adalah penduduk asli Prabumulih dan kami lahir dan besar disana.
Waktu SD aku sekolah di SDN 15 atau sekarang berubah menjadi SDN 3 Prabumulih Timur. Jarak dari rumah kesekolah cukup jauh juga untuk ukuran anak SD, kira kira 5 atau 6 KM. Setiap berangkat kesekolah aku dan teman teman melewati rel kereta api. Kalo dipikir pikir sekarang hal tersebut cukup berbahaya juga, Jika ada kereta yg lewat kami cepat cepat kami menyingkir. Walau pun kami telah berada di pinggir rel kereta tetapi tetap aja kami terhuyung huyung diterpa angin dari kereta api yg jalannya kencang sekali. Saking seringnya kami melewati rel kereta tersebut kami jadi ahli meniti rel kereta api. Kami bisa sambil berlari lari diatas rel kereta api. Hal tersebut tidak dapat dilakukan dengan mudah untuk orang orang biasa.
Berenang disungai
Tempat kami sekolah berada persis berada didepan lapangan Prabu Jaya dan dekat kantor walikota ( sekarang jadi kantor camat ). SD kami sering menjadi pusat kegiatan sekolah sekolah yang ada di Prabumulih karena lokasinya yang stategis.
Selain lokasinya yang trategis didekat SD kami ada sebuah sungai kecil yang airnya mengalir jernih. Diatas Sungai tersebut ada jembatan rel kereta api. Kami sering berenang disana. Apalagi habis main bola dilapangan Prabujaya saat usai pelajaran olah raga, kami langsung bergegas menuju sungai tersebut dan langsung “ Byuuuur” kami langsung terjun kesungai. Selain berenang kami juga sering melakukan atraksi terjun dari jembatan rel kereta yang tingginya kir kira 8 sampai dengan 10 meter. Hal tersebut sebenarnya sangat berbahaya, karena selain bahaya ditrabrak kereta, juga saat terjun kesungai. Dasar sungai selain banyak pasir dan Lumpur juga banyak batu batu yang tajam yang berasal dari jalan kereta api.
Tak jarang kami bolos pelajaran sekolah karena berenang dan jika kami ketahuan berenang maka konsekuensinya kami siap dijemur sambil mengangkat kaki sebelah dengan tangan memegang telinga dilapangan sekolah. Tapi hukuman tersebut ngak pernah membuat kami jera……..ach dasar anak nakal he he he….!!!
Main betetan/Gandi
Sepulang sekolah biasanya kami main atau berburu di hutan. Senjata yang kami gunakan adalah betetan/gandi. Alat ini dalam bahasa Indonesia atau didaerah lain disebut dengan ketapel. Tahukah anda dengan ketapel ??? Ketapel adalah senjata pamungkas nya nabi Daud untuk mengalahkan Goliat. Betetan ini kami buat sendiri. Kami menggunakan pohon tembesu yang ujungnya bercabang dua ( dalam bahasa prabumulih nya cangka ). Cangka tersebut kami bersihkan kulit kayunya. Kemudian ujung kedua cabang nya di ikat dan di bakar sampai melengkung. Selanjutnya kedua cabang nya di potong simetris seperti huruf Y tetapi kedua ujung cabang nya melengkung seperti huruf U. Setelah itu cangka tadi kami pletuer atau cat sesuai dengan corak dan selera masing masing. Saat pengecetan selesai ( cat sudah kering ) langkah selanjutnya adalah memasang kedua cabang tadi dengan karet. Karet yang digunakan adalah karet untuk celana atau kami biasa menyebutnya karet kolor. Tapi karet kolor yg biasa kami gunakan adalah ukurannya lebih besar dan lebih tebal. Selanjutnya sisi yang tidak di ikat kecangka di sambungkan dengan kulit berukuran kira kira 5 x 2 ½ CM yang berfungsi sebagai pelontar.
Dan akhirnya jadilah sebuah betetan yang presisi dan artistik. Kami menyebut karya kami tersebut dengan cangka/betetan telok karena cabangnya yang melengkung seperti telur dan terbuat dari kayu tembesu yang susah didapat. Karya kami beda dengan betetan yang dibuat oleh kampung kampung lain yang umumnya dibuat hanya dari kayu bisa dan bentuk nya seperti hutuf Y.
Betetan tersebut dibawa kemana mana dan selalu tergantung dileher sebagai pelengkap pakaian dinas kami ( he he he kayak tentara aja ). Kegunaannya biasanya untuk membidik burung atau menghalau serangan musuh. Tapi tak jarang kami salah guna dengan senjata tersebut untuk membidik hewan peliharaan, mangga, rambutan,jambu yang ada dikebun orang, yang ini namanya kebablasan nech, huh……………… nakal, nakal, nakaaaaaaaaaal.
To be continue……!!!
15:40 Posted in Athar Punya Cerita | Permalink | Comments (0) | Email this

